LAMONGAN, Radar Lamongan – Ratusan siswa SMP Negeri 1 Tikung antusias mengikuti pelatihan jurnalistik yang digelar di aula SMPN 1 Tikung, Senin (25/5).
Kegiatan yang diinisiasi XLSmart itu menghadirkan wartawan Jawa Pos Radar Lamongan sebagai pemateri.
Selain pelatihan, para siswa dan guru juga mendapat pembagian kuota internet gratis.
Baca Juga: Sisi Lain Gunung Kawi yang Hidup, Festival Satu Suro
SPV Promo XLSmart, Septia Yuriko Kaeng mengatakan, pelatihan tersebut bertujuan meningkatkan kemampuan siswa dalam bidang jurnalistik sejak dini.
Menurut dia, keterampilan jurnalistik penting untuk mengembangkan minat dan bakat siswa.
‘’Sekarang mungkin tidak banyak anak yang bercita-cita menjadi jurnalis. Tetapi profesi jurnalistik sangat penting, karena masyarakat membutuhkan informasi yang benar dan berkualitas. Karena itu kami ingin menanamkan pemahaman sejak SMP, saat anak-anak mulai berkembang dari sisi pemikiran maupun ide,” ujarnya.
Baca Juga: SMPN 1 Lamongan Meriahkan Pameran Pendidikan, Wabup Dirham Apresiasi Beragam Karya Siswa
Dia berharap melalui kegiatan tersebut semakin banyak siswa yang tertarik menekuni dunia jurnalistik, baik melalui kegiatan sekolah maupun sebagai profesi di masa depan.
‘’Semoga kedepan ada yang menjadi jurnalis nasional, bahkan internasional. Minimal mereka bisa mulai dari lingkungan sekolah lewat ekstrakurikuler,” katanya.
Sementara itu, Kaur Kesiswaan SMPN 1 Tikung, Rini Suwandi Raharjeng menyampaikan apresiasi atas pelatihan dan dibekali kuota internet 3gb selama 1 bulan dari XLSmart.
Menurut dia, bantuan kuota tersebut sangat membantu siswa dalam mendukung pembelajaran daring.
‘’Anak-anak sangat antusias dan senang karena mendapat kuota gratis 3 GB. Mereka bilang sangat bermanfaat untuk kebutuhan ulangan, kan online, jadi bisa dimanfaatkan,” tuturnya.
Baca Juga: Atmim Nurona, Mahasiswi Sunan Drajat Lamongan Penghafal 30 Juz yang Dihadiahi Umrah
Selain itu, pihak sekolah menilai pelatihan jurnalistik menjadi pengalaman baru bagi para siswa, khususnya pengurus OSIS yang mengikuti kegiatan tersebut. Sebab, selama ini di dalam kelas tidak ada khusus pelatihan jurnalistik.
‘’Ini menjadi ilmu dan pengalaman baru bagi mereka. Harapannya kedepan bisa dimanfaatkan lebih baik lagi,” pungkasnya. (sip/ind)
Editor : Indra Gunawan