LAMONGAN, RADARLAMONGAN.CO – Hanya dalam kurun waktu dua setengah tahun menjabat sebagai Kepala SMP Negeri 2 Ngimbang, Henri Hidayat, S.Pd, M.Pd sukses mencetak siswanya meraih prestasi akademik maupun non-akademik, mulai tingkat kabupaten, provinsi hingga nasional.
Saat pertama kali menginjakkan kaki di sana, beliau mendapati kondisi yang menantang. Kala itu, gaung prestasi sekolah nyaris tak terdengar.
Beliau pun memutar otak. Gebrakan pertamanya adalah mendatangkan pelatih profesional dari luar kota demi memoles bakat siswa.
‘’Guru ekstra tari kami ambil dari Jombang, pantomim dari Bojonegoro. Hasilnya, anak-anak melesat ke tingkat provinsi mewakili Lamongan di ajang FLS2N,’’ tuturnya.
Tak hanya seni, bidang olahraga mendapatkan prestasi. Tim voli mereka rutin naik podium, mulai dari juara di ajang Bupati Cup hingga kompetisi di MAN.
Olahraga lain tak luput dari bidikan. Di ajang kejuaraan wushu di Jombang, SMPN 2 Ngimbang sukses menyabet juara umum dengan membawa pulang 6 emas, 3 perak, dan 1 perunggu.
‘’Kita ada 16 ekstra, jadi semuanya saya berikan porsi dan saya punya target,’’ katanya.
Selain bidang non-akademik, SMPN 2 Ngimbang juga berhasil meraih sederet prestasi di bidang akademik.
Diantaranya pada bidang matematika dan bahasa Inggris, anak didiknya mampu meraih medali emas dan dua anak lainnya mendapat perak di bahasa Inggris dan IPA tingkat nasional.
Salah satu kunci keberhasilan ini adalah kehadiran langsung sang kepala sekolah. Beliau dikenal sebagai pemimpin yang selalu hadir di pinggir lapangan saat siswanya bertanding, hingga mendampingi di bumi perkemahan.
Baca Juga: Takluk 0-1 dari PSS Sleman di Kandang, Persela Lamongan Belum Raih Kemenangan di Tiga Laga Beruntun
Selain perhatian pada prestasi, kesejahteraan siswa pun diutamakan. SMPN 2 Ngimbang menjadi salah satu sekolah yang memberikan fasilitas minum gratis bagi seluruh siswa.
‘’Kami ingin siswa fokus belajar dan berprestasi. Urusan fasilitas, kami upayakan yang terbaik," tambahnya.
Beliau juga tetap melestarikan seni karawitan yang menjadi icon sekolah. Tak hanya itu, beliau tidak melupakan fondasi karakter.
Dia terus memupuk sisi religius siswa. Program Kamis Jumputan menjadi buktinya. Setiap Kamis, siswa membawa beras satu gelas untuk dikumpulkan.
Setelah itu dikemas dengan nama SMPN 2 Ngimbang dan dibagikan kepada siswa-siswi yatim piatu kurang mampu serta masyarakat yang membutuhkan.
‘’Tujuannya saling berbagi. Dan saya juga tekankan lebih baik tangan itu di atas daripada di bawah,’’ ucapnya.
Selama tiga tahun terakhir, sekolah juga rutin menggelar jalan sehat setiap Agustus dengan hadiah menarik dan partisipasi masyarakat yang tinggi.
''Kegiatan ini rutin dilakukan, sebagai ajang promosi lembaga dan mendapat sambutan positif dari masyarakat," tuturnya.
Meski berada di perbatasan Jombang-Lamongan, SMPN 2 Ngimbang membuktikan bahwa kualitas tidak ditentukan oleh letak geografis.
‘’Secara nomor lembaga mungkin kami nomor dua di kecamatan, tapi urusan prestasi, kami tidak mau jadi nomor dua,’’ katanya.
Henri optimistis sembari berharap adanya peningkatan sarana prasarana (sarpras) untuk mendukung lompatan prestasi yang lebih tinggi lagi.
Capaian gemilang ini mendapat apresiasi khusus dari Kepala Dinas Pendidikan Lamongan Drs. H. Shodikin, M.Pd.
Beliau menilai, SMPN 2 Ngimbang berhasil membuktikan bahwa kualitas pendidikan tidak ditentukan oleh lokasi sekolah yang jauh dari pusat kota.
‘’Pendidikan sesungguhnya adalah mengembangkan potensi positif peserta didik. Di sekolah ini, seni dan olahraga berkembang subur. Itulah yang terus kita intervensi agar menjadi lebih baik lagi,’’ tuturnya. (sip/ind)
Editor : Indra Gunawan