Berita Utama Event Hobi Kriminal Lamongan Lamongan Banget Nasional Pendidikan Persela Politik Sportainment Tecno-Oto Wisata & Kuliner Wisata Kuliner

Cerita Dzawatu Afnan Arifin yang Sabet Medali Silver Mathematical Olympiad di Vietnam, Obat Jenuh Belajarnya, Bersepeda dan Memancing

Rika Ratmawati • Minggu, 8 Februari 2026 | 09:23 WIB
MEMBANGGAKAN: Davin dengan kalungan medali perak yang diraihnya di olimpiade matematika di Vietnam.
MEMBANGGAKAN: Davin dengan kalungan medali perak yang diraihnya di olimpiade matematika di Vietnam.

radarlamongan.co - jawaposradarlamongan - Davin adalah pendekar angka yang punya nyali di kancah global. Dia baru saja membawa pulang medali perak dari ajang Mathematical Olympiad di Vietnam, membuktikan bahwa ketajaman logika bocah pelosok Lamongan tak bisa dipandang sebelah mata.

 

RIKA RATMAWATI, Radar Lamongan 

 

Senyum polosnya khas bocah. Namun, sorot matanya menyimpan ketajaman logika yang melampaui usianya. Di balik balutan batik khas Indonesia yang dikenakannya dengan gagah, Dzawatu Afnan Arifin membawa pulang lebih dari sekadar kepingan medali perak. Dia membawa nama Lamongan ke kancah dunia, membuktikan bahwa mutiara dari pelosok desa bisa berpijar hingga ke luar negeri.

Bagi sebagian besar anak seusianya, matematika mungkin dianggap sebagai hantu yang menakutkan: deretan angka dan rumus yang sulit untuk dipecahkan. Namun, bagi bocah yang akrab disapa Davin ini, angka - angka adalah taman bermain yang paling menyenangkan. Siswa kelas 5 SDI Ar-Roudloh Miru Sekaran tersebut baru saja berkelana ke Vietnam. Di sana, pada 25 Januari lalu, dia berdiri tegak di podium Mathematical Olympiad, dengan kalungan medali perak di lehernya.

Ketertarikan Davin pada matematika bukan tumbuh kemarin sore. Saat teman - teman sebayanya di bangku TK masih asyik bersenandung lagu anak- anak, Davin sudah asyik dengan dunianya sendiri: angka - angka sederhana. Ibunya, Rasyida, menangkap sinyal istimewa itu dan tak membiarkan bakat sang anak layu sebelum berkembang.

Davin pun tumbuh menjadi anak yang haus tantangan tentang angka — angka yang dikalikan atau disertai rumus. Bocah asal Dusun Klagen, Desa Klagensrampat, Maduran itu juga mengikuti les untuk review soal olimpiade. 

Davin adalah kolektor prestasi. Dia selalu menjadi juara satu dalam olimpiade yang dilaksanakan sekolah, headmaster cup. Davin juga pernah mengikuti di antaranya kompetisi matematika, sains, dan Inggris (KMSI), junior sains olympiad (JSO), international mathematic competition (IMC) online, olimpiade matematika ITS (omits), obor langit, dan MEA4SO.

Selama mengikuti olimpiade di Vietnam, Davin juga tidak mengalami kendala bahasa. Sebab sekolahnya menerapkan pendidikan bilingual dengan buku tema bahasa Inggris. Selain itu, ada program Cambridge international. 

 “Alhamdulillah bangga dengan prestasi yang diraih, semua ini berkat dukungan dan pendampingan orang tua serta guru, terima kasih,” ujarnya dengan polos.  

Dengan kemampuannya saat ini, Davin bercita - cita menjadi ahli matematika. Atau, menjadi investor saham. 

Rasyida bersyukur anaknya termasuk mudah diatur dan disiplin. Meski Davin belum pernah mengeluh bosan belajar, dia tetaplah anak-anak yang memiliki sisi jenaka. Jika penat mulai menyapa, dIa lebih memilih menyatu dengan alam: bersepeda atau memancing. “Kami mendukung apapun yang menjadi cita-cita dan kesenangan anak selama itu positif,” ujar Rasyida. 

Kepala SDI Ar-Roudloh Miru, Sekaran, KH Mohammad Makmun Fattah, menyebut Davin sebagai representasi nyata dari moto lembaga untuk go internasional. Di sekolah, ada ekstra olimpiade dan pendampingan bagi siswa yang akan mengikuti olimpiade. Dia prestasi ini bisa menjadi motivasi peserta didik lain dan jangan pernah berpuas. “Terus belajar, dan semoga lembaganya terus melahirkan siswa berprestasi,” harap Fattah. 

Kepala Dinas Pendidikan Lamongan, Shodikin, berharap prestasi seperti Davin terus bermunculan. Davin bisa memotivasi anak - anak untuk terus menggali potensinya. Shodikin menyakini ketika bakat anak sudah ditemukan, maka akan semakin banyak prestasi di bidang akademik maupun nonakademik di Lamongan. “Sebenarnya prestasi di Lamongan sangat banyak, khususnya di desa-desa mulai bermunculan,” tuturnya. 

Davin memang sudah berprestasi dan membanggakan bagi Lamongan. Namun, perjalanan di labirin angka masih sangat panjang. Dia harus terus belajar dan siap menaklukkan tantangan berikutnya dengan senyum yang tetap membumi. (*/yan) 

Editor : Arya Nata Kesuma
#vietnam #luar negeri #Pendekar Angka #imc #dinas pendidikan lamongan #JSO #omits #Mathematical Olympiad #SDI Ar Roudloh Miru Sekaran #Ahli matematika #KMSI