LAMONGAN, RADARLAMONGAN - Sejumlah lembaga pendidikan di Lamongan terdampak banjir akibat intensitas hujan yang tinggi.
Dinas Pendidikan Lamongan mendata lembaga yang terdampak banjir, meliputi jenjang PAUD sebanyak sembilan lembaga, jenjang SD 32 lembaga, dan SMP hanya satu lembaga.
Kepala Dinas Pendidikan Lamongan, Shodikin menjelaskan, untuk kegiatan belajar mengajar (KBM) memang dilakukan sejumlah penyesuaian, dengan mempertimbangkan keselamatan warga sekolah dan pemenuhan hak belajar peserta didik.
Sehingga mitigasi kebencanaan bisa dilakukan oleh satuan pendidikan di wilayah terdampak banjir.
Baca Juga: Rencanakan Semua Truk Dialihkan ke Jalur JLU Lamongan setelah Lebaran
Jika kondisi lingkungan sekolah belum aman maka pembelajaran tatap muka bisa dihentikan sementara, hingga situasi kondusif untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi peserta didik, guru, dan tenaga kependidikan.
Kemudian lembaga bisa melakukan pembelajaran daring atau luring terbatas dengan kondisi dan akses peserta didik untuk ketercapaian kompetensi esensial.
Sedangkan pertimbangan fleksibilitas dan penilaian, bisa melakukan perencanaan pembelajaran, waktu penyelesaian tugas, dan penilaian secara fleksibel tanpa mengurangi kualitas layanan pendidikan.
''Intinya korwil untuk terus berkoordinasi melakukan pengawasan perkembangan kondisi sekolah dan melaporkan kendala yang terjadi di lapangan,” ujarnya.
Selain itu, Shodikin mengatakan, pihaknya terus mengupayakan dukungan psikososial dengan memberikan pendampingan serta motivasi kepada peserta didik secara humanis.
Juga melakukan pemulihan sarana prasarana di lingkungan sekolah secara aman dan bertahap, serta mengintervensi kerusakan sarpras untuk dilaporkan sebagai tindak lanjut.
Menurut dia, untuk pembelajaran akan menyesuaikan kondisi wilayah dengan mempertimbangkan keselamatan peserta didik.
Kemudian beberapa lembaga TK/KB ada yang masih melakukan pembelajaran di kelas masing-masing. Namun beberapa ada yang memanfaatkan ruang guru, aula, hingga menumpang di gedung SD.
“Kami berharap dengan pembelajaran yang dilakukan ini tidak memberatkan dan membahayakan, selain lembaganya yang aman, akses yang mereka lewati juga tidak membahayakan,” terangnya.
Sementara itu, Plt Kepala Pelaksana BPBD Lamongan, Naim menuturkan, sebanyak 2.105 rumah penduduk dari lima kecamatan terdampak banjir.
Baca Juga: Persela Lamongan Tambah Amunisi, Herwin Tri Datang, Titan Agung Segera Menyusul
Kemudian jumlah jiwa yang terdampak sebanyak 8.334 jiwa, sawah/tambak 3.823 hektare, jalan poros 1.4232 meter, dan jalan lingkungan 1.7247 meter.
Untuk ketinggian berbeda setiap kecamatan, antara 10 cm hingga 30 cm. Situasi ini masih terus berubah setiap harinya, karena upaya pembuangan melalui pompa terus dilakukan.
''Jika hujannya berkurang maka genangan akan mulai surut,” tuturnya. (rka/ind)
Editor : Indra Gunawan