Berita Utama Event Hobi Kriminal Lamongan Lamongan Banget Nasional Pendidikan Persela Politik Sportainment Tecno-Oto Wisata & Kuliner Wisata Kuliner

Siswa Dapat Program Indonesia Pintar Turun Drastis, Ini Rincian dan Besaran Uang Penerimanya

Ahmad Asif Alafi • Kamis, 20 November 2025 | 03:49 WIB
Tahun ini penerima program Indonesia pintar turun drastis dibanding tahun lalu.
Tahun ini penerima program Indonesia pintar turun drastis dibanding tahun lalu.

radarlamongan.co - jawaposradarlamongan – Penerima Program Indonesia Pintar (PIP) tahap pertama untuk siswa madrasah di Kabupaten Lamongan tahun ini menurun dibandingkan tahun lalu.

Kasi Pendidikan Madrasah (Pendma) Kemenag Lamongan, Banjir Sidomulyo, mengatakan, penurunan penerima PIP merupakan dampak langsung efisiensi anggaran yang besar di Kementerian Agama.

Jenjang madrasah ibtidaiyah (MI) misalnya. Penerimanya, hanya 3.949 siswa dari total 52.054 siswa MI Se-Kabupaten Lamongan.

Tahap yang sama di tahun lalu, penerimanya 9.465 siswa. Penurunan lebih drastis terjadi pada jenjang MTs.

Dari total 21.152 siswa MTs, hanya 152 siswa yang mendapat bantuan.

Tahun 2024, penerimanya mencapai 4.839 siswa.

Di jenjang MA, malah madrasah swasta tidak mendapat kuota sama sekali.

Penerima hanya 163 siswa MA negeri dari total 13.503 murid MA.

Tahun lalu, penerima PIP MA mencapai 2.153 siswa.

‘’Program PIP tahun 2025 sangat minim. Mengapa saya katakan sangat minim, ini jauh berbeda dengan tahun kemarin,” ujar Banjir.

Banjir menjelaskan, PIP untuk memenuhi kebutuhan siswa. Berdasarkan hasil zoom dengan Kanwil Kemenag, aktivasi rekening bisa kolektif dan pencairan langsung ke siswa.

‘’Mulai minggu ini aktivasi, minggu depan bisa pencairan,’’ ucapnya.

Besaran nilai bantuan PIP, lanjut Banjir, berbeda per semesternya. Saat semester ganjil misalnya. Siswa kelas 1 MI mendapatkan Rp 225 ribu. Sedangkan siswa kelas 2 – 6 MI menerima Rp 450 ribu.

Di semester genap, siswa kelas 1 – 5 MI menerima Rp 450 ribu. Sementara siswa kelas 6 MI Rp 225 ribu. Aturan itu juga berlaku di MTs dan MA dengan nilai bantuan yang berbeda.

‘’Insya Allah ada tahap. Berdasarkan rapat zoom, ada dua tahap. Ini tahap satu disegerakan, pencairan dipercepat biar nanti disusul penerima lainnya,’’ katanya.

‘’ Jadi siswa yang mendapat di tahap satu, pada tahap kedua tidak bisa siswa itu menerima lagi,’’ imbuhnya. (sip/yan)

Editor : Arya Nata Kesuma
#ma #mi #pendidikan madrasah #lamongan #kementerian agama #mts #program indonesia pintar