radarlamongan.co — jawaposradarlamongan - Peningkatan mutu dan kualitas pendidikan di SD Muhammadiyah Lamongan terus dilakukan.
Sebanyak 18 siswa mengikuti kegiatan Internationality Mobility Program to Malaysia selama 4 hari, 20 - 24 Mei 2025.
Kegiatan sister school ke Malaysia itu bertujuan menambah wawasan siswa dan belajar menembus dunia pendidikan international.
"Dengan mengadakan program ini, kami belajar menembus dunia international dan membuat jaringan international. Artinya, belajar kami bisa sampai international, bisa lebih mendapat ilmunya,'' kata Kepala SD Muhammadiyah Lamongan, Anang Dwi Bagus Kridawahana.
Kegiatan ke Malaysia itu juga bisa melatih kepercayadirian siswa.
''Lebih bisa mandiri karena siswa — siswi berangkat tanpa didampingi orang tua. Hanya didampingi guru pendamping. Anak lebih kreatif, tanggung jawab dan meningkatkan kerjasama,'' imbuh Anang Dwi Bagus.
Di Negeri Jiran, SD Muhammadiyah Lamongan juga melakukan penandatanganan MoU dengan University Malaysia of Computer Science and Engineering (UNIMY).
MoU ini berkaitan dengan pembelajaran sains dan teknologi.
Siswa SD Muhammadiyah Lamongan siswa diajak mengikuti workshop robotik dan pengenalan AI untuk tingkat dasar di UNIMY.
"Di sana kami diajari coding robotik dan AI tingkat dasar. Setiap yang diajarkan sangat menyenangkan, membuat semangat belajar di sana. Banyak sekali sains yang selama ini teori, bisa langsung diajarkan praktik di sana,'' jelas Anang Dwi Bagus.
Dia mencontohkan ketika melempar bola.
Jarak dan jauh bolanya berhenti bisa diukur dengan alat yang lebih canggih.
Kami juga diajarkan membuat minirobotik, memasukkan suara robot.
Semuanya memakai programmer yang sangat modern dan canggih.
Kami belajar tentang teknologi modern yang belum kami ketahui,'' tuturnya.
Selain itu, siswa diajak city tour dengan mengunjungi Batu Cave dan sentral produksi oleh-oleh lokal Malaysia, menara Kembar Petronas, dan Petrosains yang merupakan museum dan pameran sains.
"Kami banyak belajar di Petrosains,'' kata Anang Dwi Bagus.
Berikutnya, mengunjungi beberapa icon Kuala Lumpur seperti KL Tower, Central Market yang berdiri sejak 1888 dan menjadi pasar tertua di Malaysia.
Siswa juga mengunjungi Nasyrul Qur'an, pusat percetakan Alquran terbesar kedua di dunia, dan mampir ke Putrajaya, yakni pusat administrasi Pemerintahan Federal Malaysia.
Di Negeri Malaysia itu, siswa — siswi SD Muhammadiyah Lamongan berkesempatan mengenalkan budaya dan ciri khas Lamongan.
Bahkan, tarian tradisional tujuh kebiasaan bocah Lamongan ikut ditampilkan sebelum perform gerak dan lagu para siswa SD Muhammadiyah Lamongan.
Anang Dwi Bagus berharap program ini ke depannya bisa berlanjut dan terus berkembang.
''Kami ingin mengembangkan lagi ilmu yang kami dapatkan dari sana. Seperti membuat robotic dengan cara yang lebih canggih dan lebih mengerti pelajaran sains dengan metode lebih modern lagi. Yang pasti, siswa — siswi akan membagikan ilmu yang didapat dari sana kepada teman — teman lain di sekolah, tuturnya. (mer/yan)
Editor : Arya Nata Kesuma