LAMONGAN, Radarlamongan.co - Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 2 Lamongan terus melakukan inovasi, untuk meningkatkat kompetensi dan prestasi anak didik.
Sebelumnya lembaga pendidikan Islam di Desa Kawistolegi, Kecamatan Karanggeneng tersebut menerapkan program bilingual. Pada tahun ajaran baru ini, MIN 2 Lamongan meng-upgrade program, dengan menyiapkan kelas trilingual.
Dengan program unggulan yang dicanangkan, sekolah di bawah naungan Kemenag Lamongan itu mampu mengantarkan siswa meraih banyak prestasi akademik dan non-akademik, baik di tingkat kabupaten, provinsi, hingga nasional. Sesuai visi MIN 2 Lamongan Islami, Berkualitas, Populis dan Mandiri.
Kepala MIN 2 Lamongan, Dwi Atmojo, S.Ag, MA, menuturkan, MIN 2 Lamongan empat tahun melaksanakan program kelas bilingual dengan menggunakan dua bahasa pengantar, yakni bahasa Inggris dan bahasa Indonesia. Program tersebut mulai jenjang kelas satu hingga kelas empat, yakni bekerjasama dengan sister school madrasah berstandar Internasional MI Muslimat NU Pucang, Sidoarjo.
Pada tahun ajaran baru 2025/2026, MIN 2 Lamongan mengembangkan kelas trilingual, yakni menggunakan bahasa pengantar bahasa Inggris, bahasa Arab, dan bahasa Indonesia plus bahasa Jawa.
‘’Tujuannya sejak awal itu membekali siswa untuk berbahasa asing, soft skill harus dikuasai. Diharapkan nanti bisa bersaing dalam era globalisasi,’’ tutur Dwi, sapaan akrabnya.
Program trilingual ini untuk menyeimbangkan pendidikan agama dan umum. Buku pelajaran full bahasa Inggris.
Serta pada mata pelajaran agama, kedepan pengajar menggunakan pengantar bahasa Arab. Cukup istimewa, program trilingual juga terdapat bahasa Jawa, yang bertujuan untuk nguri-nguri budaya.
Selain itu, MIN 2 Lamongan juga menerapkan hari berbahasa. Pada satu hari seluruh siswa menggunakan bahasa tertentu. Seperti pada Hari Kamis, semua siswa berbahasa Jawa.
‘’Misal anak-anak berbelanja di minimarket MIN, harus menggunakan bahasa yang ditentukan, misal bahasa Inggris, bahasa Jawa, bahasa Arab, dan bahasa Indonesia,’’ ucapnya.
Selain menyediakan program berkualitas, MIN 2 Lamongan juga menempa siswa-siswi dalam berbagai ekstrakurikuler.
Meliputi pramuka, drumband, tari, panahan, pencak silat, sepakbola, futsal, voli, catur, seni baca Alquran atau MTQ, seni rebana, tahfid, bimbel mapel olimpiade, dan yang terbaru coding.
‘’Ada 13 ekstrakulikuler, yang terbaru coding. Anak-anak diharapkan tahu dan belajar tentang coding,’’ ucapnya.
‘’Kami menginspirasi anak-anak untuk terus belajar. Sehingga tidak hanya menikmati program, tapi mampu jadi programmer,’’ sambungnya.
Hasilnya, MIN 2 Lamongan berhasil mencetak banyak siswa-siswi berprestasi akademik maupun non-akademik, baik di tingkat kabupaten, provinsi, hingga nasional.
MIN 2 Lamongan mampu bersaing dengan sekolah unggulan di Kota Lamongan hingga luar kota.
‘’Output tentu saja prestasi madrasah semakin meningkat. Dengan program dari sekolah, anak-anak percaya diri dan mampu bersaing dengan sekolah lainnya,’’ terangnya. (sip/ind)
Editor : Anjar D. Pradipta