Lamongan, Radarlamongan.co - Dr. Hibatun Wafiroh,S.Pd.Si.,M.Pd.,Kepala SMP Negeri 2 Kedungpring, berhasil meraih penghargaan sebagai juara terbaik kedua kepala sekolah berprestasi dan inovatif Tahun2025.
Penghargaan tersebut diberikan oleh Bupati Lamongan, Dr. H. Yuhronur Efendi, MBA, M.Ek pada saat tasyakuran peringatan Hari Pendidikan Nasional, Jumat (2/5), di Pendopo Lokatantra Lamongan.
Prestasi gemilang ini tentu tidak diraih dengan mudah. Kepala sekolah inspiratif yang akrab disapa Bu Wafi ini harus menghadapi berbagai tantangan unik, yang dihadapi oleh sekolah pinggiran di Desa Dradahblumbang, Kecamatan Kedungpring yang jauh dari akses transportasi umum.
Keterbatasan SDM serta keterbatasan akses dan fasilitas di sekolah tak membuat dia menyerah. Visi kepemimpinan yang kuat membawanya untuk terus berjuang mengadakan perubahan dan memajukan kualitas pendidikan di SMP Negeri 2 Kedungpring.
Lahir di Rembang dari keluarga pesantren, Bu Wafi tumbuh menjadi seorang perempuan yang tangguh. Jiwa kepemimpinan sudah terlatih pada saat dia menimba ilmu di Pondok Pesantren Sunan Pandanaran Yogyakarta.
Ketika lulus SMA, dia sempat tidak direstui oleh orang tuanya untuk melanjutkan kuliah. Namun, Bu Wafi tetap gigih memperjuangkan cita-citanya hingga lulus S1 pendidikan fisika di Universitas Negeri Yogyakarta, serta menjadi guru di Lamongan sejak Tahun 2009.
Dedikasinya sebagai guru membawanya meraih berbagai penghargaan, diantaranya sebagai juara 1 OSN guru IPA Tahun 2014, finalis OSN guru tingkat nasional Tahun 2014, juara II guru inovatif Tahun 2016, presenter terbaik tingkat nasional Tahun 2018, juara 1 guru berprestasi Kabupaten Lamongan Tahun 2019, Lamongan Education Awards kategori guru terinovatif dan berprestasi Tahun 2020, PWI Awards kategori guru inspiratif Tahun 2020, dan masih banyak lagi.
Selain aktif di sekolah, ibu dari dua anak ini juga aktif di komunitas literasi dan organisasi profesi Ikatan Guru Indonesia. Banyak karya tulis yang telah terbit, diantaranya buku solo “Terbang Tinggi Tanpa Sayap”, puluhan buku antologi dan artikel.
Artikel ilmiah terbarunya berjudul “The Influence of Mathematical Problem-Solving and Critical Thinking Skills through Project-Based Flipped Classroom and Self-Regulated Learning” terbit di Jurnal Internasional.
Prestasi dan kiprahnya di dunia pendidikan membawanya berkiprah di tingkat nasional, serta mengemban amanah sebagai narasumber nasional di bidang kurikulum dalam program sekolah penggerak.
Selain itu, dia juga aktif sebagai fasilitator nasional di program organisasi penggerak dan menjadi guru penggerak. Tak heran jika kemudian pengalaman tersebut menjadi bekal ketika pada Bulan Juni Tahun 2022, Bu Wafi dilantik menjadi Kepala SMP Negeri 2 Kedungpring.
Di tengah kesibukannya sebagai seorang kepala sekolah, Bu Wafi juga berhasil menamatkan pendidikan S3 dan meraih gelar doktor di Program Studi Teknologi Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Surabaya pada akhir Januari 2025 lalu.
Ketekunannya dalam membagi waktu antara keluarga, pekerjaan, pendidikan, dan organisasi menjadi bukti nyata dedikasinya yang tinggi terhadap dunia pendidikan. Semangatnya untuk terus belajar dan berbagi ilmu memang patut diacungi jempol.
Penghargaan yang diraih Bu Wafi ini bukan hanya menjadi kebanggaan bagi SMP Negeri 2 Kedungpring, tetapi juga menjadi inspirasi bagi seluruh insan pendidikan di Kabupaten Lamongan, bahkan di seluruh Indonesia.
Perjuangannya dari sekolah kecil di pinggiran desa, membuktikan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk meraih prestasi dan membawa perubahan positif.
Selama tiga tahun terakhir, Bu Wafi menerapkan Strategi 3-Open yang terinspirasi dari Teori U karya Prof. Otto C. Scharmer.
Strategi ini merupakan implementasi manajemen perubahan yang menekankan pada keterbukaan pikiran (openmind), keterbukaan hati (open heart), dan keterbukaan kehendak atau keberanian untuk berubah (open will), sebagai landasan membangun sistem yang memberdayakan (empowering system).
Dampak dari implementasi 3-Open tersebut diantaranya adalah meningkatnya prestasi akademik, menguatnya karakter siswa, dan terciptanya budaya positif kolaboratif di lingkungan sekolah. Pengalaman inilah yang dia presentasikan pada seleksi kepala sekolah berprestasi dan inovatif Tahun 2025.
Dalam seleksi Kepala Sekolah Berprestasi dan Inovatif tersebut penilaiannya terdiri dari penilaian portofolio diri, portofolio sekolah, dan inovasi.
Meski baru tiga tahun menjabat sebagai kepala sekolah, Dr.Wafi telah menunjukkan dedikasi yang luar biasa. Dia mengadakan perubahan yang langsung dirasakan oleh warga sekolah, dan berdampak positif bagi siswa yang dididiknya. Siswa terlihat lebih aktif, percaya diri, mandiri, tertib, dan lebih berdaya.
‘’Perubahan adalah keniscayaan. Namun perubahan yang bermakna hanya dapat terjadi jika kita memberdayakan setiap individu untuk bergerak bersama,” kata Bu Wafi.
Bu Wafi menjelaskan, banyaknya tantangan di sekolah pinggiran dengan berbagai keterbatasan, membuatnya menyadari bahwa dia tidak bisa bergerak sendirian. Oleh karenanya harus membangun sistem yang dapat membuat semua pihak lebih berdaya.
‘’Saya percaya bahwa strategi 3-Open dapat berhasil jika semua pihak bersinergi dan berkolaborasi untuk membangun sekolah bersama-sama, sehingga dapat tercipta lingkungan belajar yang kondusif, inspiratif, dan lebih berdaya,’’ terangnya.
Dengan penghargaan ini, Bu Wafi menunjukkan bahwa kepemimpinan berbasis nilai, kolaborasi, dan keberanian menghadapi tantangan mampu melahirkan perubahan nyata, bahkan dari sekolah di pelosok desa. (*)
Editor : Anjar D. Pradipta