Berita Utama Event Hobi Kriminal Lamongan Lamongan Banget Nasional Pendidikan Persela Politik Sportainment Tecno-Oto Wisata & Kuliner Wisata Kuliner

Viral Gebrak Meja, Guru MAN 1 Lamongan Dicopot dari Jabatan Wakasek, Masih Diberi Jam Mengajar

Anjar Dwi Pradipta • Minggu, 9 Februari 2025 | 22:13 WIB
Tangkapan layar, Guru MAN 1 Lamongan berinisial KF, saat menggebrak meja dihadapan siswa yang kehilangan data eligible
Tangkapan layar, Guru MAN 1 Lamongan berinisial KF, saat menggebrak meja dihadapan siswa yang kehilangan data eligible

LAMONGAN, Radarlamongan.co – Pihak MAN 1 Lamongan merespon viral video salah satu wakil kepala sekolah (waka) yang menggebrak meja, saat 22 siswa bertanya data eligible-nya yang hilang.  Waka yang menggebrak meja tersebut akhirnya dicopot dari jabatannya. 

Dalam video yang viral tersebut terdengar isak tangis siswa, yang kecewa karena tidak bisa mendaftar seleksi nasional berdasarkan prestasi (SNBP) di PTN.

Seperti diketahui, kasus data siswa yang tidak masuk dalam sistem eligible juga terjadi di sejumlah daerah lain. 

Kasi Pendidikan Madrasah Kemenag Lamongan, Banjir Sidomulyo menuturkan, penon-aktifan tersebut karena yang bersangkutan dinilai melakukan pelanggaran disiplin.  

Dia menjelaskan, sesuai regulasi, guru itu mendidik dan membina dengan ramah serta memberikan kasih sayang kepada anak didik.

Namun, diakuinya, viralnya video tersebut secara nasional menyebabkan citra lembaga MAN 1 Lamongan dan Kemenag Lamongan menjadi kurang bagus.

‘’Maka dinon-aktifkan sebagai waka,’’ terang Banjir, sapaan akrabnya. 

Untuk pemberhentian guru bisa dilakukan, ketika melakukan tindakan moral atau pelanggaran hukum.

Sedangkan, yang bersangkutan hanya dicopot dari jabatan waka, yang nantinya akan menjadi guru biasa. 

‘’Karena dianggap melakukan pelanggaran sedang,’’ imbuhnya.

Banjir menuturkan, selama ini kinerja MAN 1 Lamongan ini sudah bagus. Pihaknya mengakui e-rapot atau rapot digital madrasah (RDM) ini gampang-gampang susah. 

Banjir menyayangkan atas persitiwa tersebut, yang nantinya harus menjadi pembelajaran berharga bagi madrasah maupun anak didik.

‘’Bagi madrasah supaya lebih teliti, madrasah ini kerjanya all-out, tidak mengenal libur,’’ ujarnya.

Kepala Kantor Kemenag Lamongan, H. M. Muhlisin Mufa membenarkan telah dinon-aktifkannya salah satu waka di MAN 1 Lamongan, setelah video menggebrak meja viral. 

‘’Itu bagian dari kebijakan madrasah, karena pengangkatan wali kelas dan waka kurikulum oleh kepala madrasah, ini bagian dari evaluasi,’’ ucapnya. 

Muhlisin mengaku sudah menerima laporan jika siswa yang data eligible-nya hilang sudah menerima, setelah dilakukan pendekatan dan pertemuan.

Selanjutnya pihak MAN 1 Lamongan berkomitmen memberikan pendampingan khusus kepada 22 siswa-siswi tersebut. (sip/ind) 

 

Editor : Anjar D. Pradipta
#MAN 1 Lamongan #gebrak meja #kemenag lamongan