Berita Utama Event Hobi Kriminal Lamongan Lamongan Banget Nasional Pendidikan Persela Politik Sportainment Tecno-Oto Wisata & Kuliner Wisata Kuliner

Gagal Ikuti SNBP, SMKN 2 yang Didemo Siswanya Disarankan Lakukan Pendampingan Belajar 2,5 Bulan, Segini Peluang di SNBT

Arya Nata Kesuma • Rabu, 5 Februari 2025 | 03:05 WIB

Pengawas Sekolah Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VII Jawa Tengah didampingi guru SMKN 2 Solo beri penjelasan kepada orang tua dan murid. (FAUZIAH AKMAL/RADAR SOLO)
Pengawas Sekolah Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VII Jawa Tengah didampingi guru SMKN 2 Solo beri penjelasan kepada orang tua dan murid. (FAUZIAH AKMAL/RADAR SOLO)
 

radarlamongan.co – jawaposradarlamongan – Demo yang digelar ratusan siswa SMKN 2 Solo mendapat respons pihak sekolah dan jajaran di dinas pendidikan.

Demo Senin (3/2) itu dilatarbelakangi kegagalan pihak sekolah menyelesaikan finalisasi Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS) untuk pendaftaran Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP).

Kepala SMKN 2 Solo Sugiyarso,  bersama dua siswa, dua wali siswa, dan pihak Cabang Dinas Pendidikan direncanakan berangkat ke Jakarta.

Mereka berusaha mengajukan keringanan agar diberikan kuota untuk mengikuti SNBP.

Sugiyarso hanya menganggukkan kepala sembari menuju ruang pertemuan untuk membahas masalah tersebut bersama wali murid ketika ditanya tentang permasalahan registrasi PDSS.

Sementara itu, Pengawas Sekolah Cabang Dinas (Cabdin) Pendidikan Wilayah VII Jawa Tengah, Pangarso Yuliatmoko, menyatakan, upaya penyelesaian masalah demo itu dilakukan dengan sejumlah pihak.

Cabdin Pendidikan Wilayah VII Jawa Tengah telah berkomunikasi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah.

Ada beberapa langkah yang bakal dilakukan.

‘’Pertama, kita harus berkomunikasi langsung. Kalau lewat handphone dan sebagainya, secara birokrasi memang sudah tutup, tetapi usaha tetap harus kita lakukan," tuturnya seperti dilansir Radar Solo.

‘’Caranya, ya tadi. Perintah dari dinas, mungkin orang tua sudah disampaikan, kepala sekolah datang ke Jakarta komunikasi membawa permasalahan dengan harapan kita mengedepankan layanan untuk para siswa. Ini masalah masa depan," imbuhnya di hadapan para siswa.

Pangarso berharap usaha yang dilakukan bisa membuahkan hasil.

Namun, apabila gagal, alternatif lain bisa ditawarkan.

"Seperti yang disampaikan sekolah, masih ada perguruan tinggi keagamaan islam negeri bagi yang berminat," tuturnya.

Bagaimana bila siswa tak berminat? ‘’Tidak mau masuk, kita lanjut ke yang berikutnya. Kalau sampai plan A tadi gagal, kita tidak bisa ikut SNBP, maka satu-satunya cara adalah SNBT," jelasnya.

Saat mengikuti SNBT, peluang siswa SMK bakal lebih kecil.

Pangarso menyadari bahwa secara teoritis siswa SMA lebih diunggulkan dalam SNBT dibandingkan siswa SMK.

Sebab, SMK merupakan sekolah yang fokus pendidikannya adalah untuk bekerja.

Dia juga mengusulkan agar sekolah memberikan pendampingan belajar secara intensif selama 2,5 bulan menjelang pelaksanaan UTBK SNBT.

‘’Pembelajaran intensif nanti seperti bimbel di sekolah, di waktu belajar," katanya. (*)

Editor : Arya Nata Kesuma
#pdss #Gagal SNBP #Cabdin Pendidikan Wilayah VII Jawa Tengah #utbk #smkn 2 solo #solo #demo #lalai #lamongan #guru #SNBT #ratusan siswa