Berita Utama Event Hobi Kriminal Lamongan Lamongan Banget Nasional Pendidikan Persela Politik Sportainment Tecno-Oto Wisata & Kuliner Wisata Kuliner

Duh, Data Eligible 22 Siswa MAN 1 Lamongan Hilang, Dipastikan Tak Bisa Daftar SNBP di PTN

Anjar Dwi Pradipta • Senin, 3 Februari 2025 | 19:45 WIB

 

MENGECEWAKAN: Sebanyak 22 siswa MAN 1 Lamongan yang data eligible-nya hilang, yang dipastikan tidak bisa mendaftar SNBP di PTN. 
MENGECEWAKAN: Sebanyak 22 siswa MAN 1 Lamongan yang data eligible-nya hilang, yang dipastikan tidak bisa mendaftar SNBP di PTN. 

LAMONGAN, Radarlamongan.co - MAN 1 Lamongan mendapat sorotan, akibat data eligible sejumlah siswa hilang. Tidak masuknya data dalam sistem, membuat sejumlah siswa tersebut tidak bisa mendaftar seleksi nasional berdasarkan prestasi (SNBP) ke perguruan tinggi negeri (PTN). 

Beredar video, siswa lembaga di bawah naungan Kemenag Lamongan tersebut mempertanyakan kepada salah satu guru.

Namun, sikap tak terpuji ditunjukkan guru tersebut, dengan menjelaskan sambil menggebrak meja. Dalam video tersebut terdengar isak tangis dari salah satu siswi. 

Informasi yang dihimpun wartawan koran ini, siswa tersebut sering ikut lomba dan juara.

Sehingga cukup disayangkan jika siswa yang seharusnya masuk eligible tapi tidak bisa masuk sistem, yang membuat tidak bisa mendaftar SNBP karena e-rapot-nya gagal masuk.

Data eligible siswa adalah data yang terkait dengan kelayakan atau kemampuan siswa untuk menerima layanan atau program pendidikan.

Kriterianya nilai akademik, prestasi, kondisi ekonomi, ketrampilan, dan pengalaman.

Salah satu siswi MAN 1 Lamongan yang data eligible-nya hilang menjelaskan, awalnya dirinya dan rekan-rekannya masuk kelas olimpiade dan riset di kelas X-E. Kelas tersebut penjurusan minat olimpiade dan riset.

Pada semester dua kelas sepuluh terjadi perubahan kelas, yang siswa-siswinya disebar ke sejumlah kelas. Sebab kelas sebelumnya digunakan untuk kelas akselerasi. 

‘’Sebelumnya kita sudah pernah ajukan protes dan ketidaksetujuan, tapi Waka dan jajarannya (MAN 1) semua tutup mata dan telinga, yang pada akhirnya kita harus ikut aturan sekolah,’’ terang siswi yang enggan namanya dikorankan tersebut. 

Dia dan rekan-rekannya akhirnya menerima keputusan sepihak sekolah.

Selanjutnya, dia dak rekan-rekannya berusaha sebaik mungkin dengan bersaing mendapat nilai baik, serta sering ikut perlombaan hingga juara. Sehingga dengan perjuangan keras tersebut, dia berharap besar bisa masuk eligible. 

Namun, dia dan rekan-rekannya tidak bisa mengikuti SNBP karena server pada Jumat (31/1) sekitar pukul 09.30 WIB.

Dia mengakui, pada hari itu video viral dibuat, yang di dalamnya terdapat 22 siswa-siswi yang meminta penjelasan. Namun bukan jalan keluar yang diberikan, tapi justru salah satu guru emosi dan menggebrak meja. 

‘’Sedih dan kecewa itu pasti. Tapi ungkapan rasa bersalah dan minta maaf itu nihil banget adanya. Ibu Waka kita benar-benar tidak merasa bersalah,’’ ucapnya dengan menahan amarah.

‘’Mohon maaf, di sekolah lain sepertinya ada kasus yang hampir sama, namun pihak sekolah cepat-cepat mengganti sistem e-rapor menjadi akumulasi manual,’’ sambungnya. 

Kesalahan ini kemungkinan karena adanya input data yang dadakan. Dia dan rekan-rekannya mempertanyakan, adanya sikap mementingkan integritas madrasah yang menggunakan sistem e-rapor dan tambahan kuota 5 persen, tapi harus mengorbankan siswa-siswi berprestasi.

‘’Kita mencari prestasi, mengharumkan nama baik sekolah, membawa nama MAN 1 Lamongan ke universitas yang ada di Indonesia hingga ke luar negeri, apakah ini balasan yang diberikan,’’ ungkapnya.

‘’Mohon maaf sekali, kita benar-benar kecewa dan para orang tua kita juga merasa sangat kecewa berat dengan MAN 1 Lamongan,’’ imbuhnya. 

Kepala MAN 1 Lamongan, Nur Endah Mahmudah menjelaskan, tahun ini pertama kali Kemenag memakai program e-rapot yang langsung terhubung dengan Kementerian Pendidikan. Menurut dia, para guru MAN 1 Lamongan sudah berusaha maksimal. 

‘’Saya membentuk tim, saya buatkan tim bagaimana mensukseskan anak-anak ini bisa masuk perguruan tinggi dan mendampinginya, tidak hanya untuk masuk jalur undangan mas, sampai nanti tes hingga jalur mandiri,’’ ucapnya. 

Dia mengatakan, namun karena sistem baru, ada 20 siswa yang tidak terbaca di sistem. Padahal, diakuinya, karena akan deadline finalisasi, maka harus memfinalisasi seluruh siswa. Yakni dengan meninggalkan 20 siswa yang gagal sistem tersebut. 

‘’Harapan kami satu, komunikasi itu memang harus. Kedua tentunya madrasah juga akan terus berupaya semaksimal mungkin dan itu kami lakukan,’’ ujarnya.

Endah mengakui, bahwa sistem tersebut untuk jalur undangan atau SNBP. Sehingga, dia memastikan, siswa yang tidak masuk sistem tersebut masih bisa mendaftar di jalur lain, misalnya tes atau mandiri.

‘’Toh, kami seperti ini tidak hanya tahun ini mas. Setiap tahun kami mendampingi dan ya berhasil, namanya dalam perjalanan, itu pasti ada hal-hal yang ya di luar kendali,’’ kata Endah, sapaan akrabnya. 

Kepala Kantor Kemenag Lamongan, H. M. Muhlisin Mufa mengaku baru mengetahui insiden adanya protes siswa-siswi MAN 1 Lamongan yang data eligible-nya hilang dari konfirmasi wartawan koran ini. 

‘’ Kalau terkait sistem baru, kita harus mengikuti, kan itu sudah menjadi regulasi,’’ terangnya. 

Disinggung terkait video adanya guru MAN 1 Lamongan yang emosi hingga menggebrak meja. Muhlisin berjanji pihaknya bakal mengkonfirmasi dan menyelesaikan permasalahan tersebut. 

‘’Supaya tidak terjadi kesalahpahaman, solusinya diselesaikan bersama-sama,’’ ucapnya. (sip/ind)

Editor : Anjar D. Pradipta
#MAN 1 Lamongan #Eligibel #lamongan #ptn