Berita Utama Event Hobi Kriminal Lamongan Lamongan Banget Nasional Pendidikan Persela Politik Sportainment Tecno-Oto Wisata & Kuliner Wisata Kuliner

Tiga Pelajar SMAN 1 Lamongan Raih Juara 2 Lomba KTI di Denpasar, Olah Pare Jadi Sosis, Direkomendasikan bagi Penderita Diabetes

Arya Nata Kesuma • Minggu, 17 November 2024 | 02:23 WIB
RAIH JUARA 2: Tiga pelajar SMAN 1 Lamongan meraih juara 2 lomba KTI tingkat nasional di Universitas Bali Internasional. (IST/RADAR LAMONGAN)
RAIH JUARA 2: Tiga pelajar SMAN 1 Lamongan meraih juara 2 lomba KTI tingkat nasional di Universitas Bali Internasional. (IST/RADAR LAMONGAN)

radarlamongan.co - jawaposradarlamongan - Ahmad Fadhil Rizki, Anaza Zahrotussita, dan Wildan Farel Firmansya, memilih pare sebagai bahan karya tulis ilmiah.

Kandungan pare dinilai bisa mengontrol kadar gula dalam darah untuk penderita diabetes. 

RIKA RATMAWATI, Lamongan 

Sama dengan lomba karya tulis ilmiah (KTI) lainnya, tiga pelajar SMAN 1 Lamongan itu diminta mengirimkan proposal lebih dulu. 

Sebelum mengirimkan karya tulis ilmiah untuk lomba yang diselenggarakan Universitas Bali Internasional, Anaza dkk berunding.

Mereka mempelajari ketentuan lomba dari panitia. 

Mereka akhirnya bersepakat memilih sayuran pare untuk dikembangkan menjadi bahan utama penelitian.

Sebab, temanya tanaman herbal.

Pare dipilih karena memiliki kandungan yang bisa mengontrol kadar gula dalam darah untuk penderita diabetes.

Inovasi yang dilakukan, membuat sosis pare. 

“Kita pakai buahnya sebagai bahan dasar pembuatan sosis,” ujar Anaza. 

Sosis pare ini dibuat dengan harapan masyarakat bisa lebih senang mengonsumsi jenis sayuran tersebut.

Meski secara rasa sedikit pahit, manfaatnya cukup banyak.

Pare sangat direkomendasikan bagi penderita diabetes. 

Agar proses penelitian berjalan sesuai rencana, kerja sama tim sangat dibutuhkan.

Semua anggota dibebani tugas agar hasilnya sesuai keinginan.

Fadhil mencontohkan untuk memastikan produk layak.

Dibutuhkan uji laboratorium.

Sampel dikirimkan ke laboratorium di Universitas Brawijaya. 

Proposal yang dikirimkan tiga pelajar itu akhirnya harus bersaing dengan 127 proposal lain dari seluruh Indonesia.

Panitia memutuskan, karya tulis ilmiah sosis pare lolos 10 besar sekaligus maju ke final untuk presentasi langsung.

Finalnya dilaksanakan di Universitas Bali Internasional, Denpasar, 10 November. 

Wildan merasa mendapatkan pengalaman sangat berharga.

Dia bisa bertemu dengan finalis lainnya dari berbagai provinsi. 

Wildan dan dua rekannya juga merasa ini sebagai pengalaman pertama berlomba karya tulis ilmiah bertema herbal.

Sebelumnya, mereka lebih fokus ke business plan, BMC, business case berdasar bisnis. 

Karena ada kesempatan, kami mencoba dan ternyata berhasil dengan pendampingan guru tentunya,” tuturnya. 

Anaza menambahkan, proses pembuatan sosis pare tidak terlalu rumit.

Awalnya, pare dibersihkan dari bijinya.

Selanjutnya dicuci dan direndam dengan air garam selama 20 menit.

Setelah itu, dikukus 10 menit. 

Tahapan berikutnya, menambahkan daging ayam dengan perbandingan 2 : 2.

Setelah itu, diaduk merata dengan bumbu yang sudah dipersiapkan.

Adonan dimasukkan ke dalam kulit sosis dan direbus.

“Alhamdulillah meski belum menjadi terbaik pertama tapi kami akan berusaha lebih maksimal ke depannya,” ujar Fadhil. (*/yan) 

Editor : Arya Nata Kesuma
#SMAN 1 Lamongan #olahan sosis #pare #karya tulis ilmiah