LAMONGAN, Radar Lamongan - Komitmen SMP Negeri 1 Kedungpring dalam mengaplikasikan berbagai program lingkungan, akhirnya membuahkan hasil.
Terbukti, SMP Negeri 1 Kedungpring berhasil meraih penghargaan Adiwiyata Nasional, yang diserahkan langsung oleh wakil Menteri KLHK, Drs. Alue Dohong, M.Sc.,Ph.D di Jakarta beberapa waktu lalu.
Kepala SMP Negeri 1 Kedungpring, Drs. Tardi, M.Pd merasa senang dan bangga, perjuangannya bersama seluruh warga sekolah selama dua tahun membuahkan hasil.
Sejumlah program berhasil memikat tim survei, antara lain pemanfaatan lahan kosong belakang kelas menjadi kebun pisang, memanfaatkan limbah air wudhu dan cuci tangan untuk penyiraman tanaman, green house, pengelolaan limbah untuk berbagai kerajinan, serta meningkatkan kesadaran warga sekolah dalam menjaga lingkungan.
Baca Juga: Semarak PKU Akbar PT PNM Cabang Lamongan. UMKM Melek Online-an, Tambah Megilan Ekonomi Lamongan
''Semoga dengan diraihnya penghargaan ini bisa menjadi penyemangat untuk terus meningkatkan prestasi, dan menjadi salah satu pilihan bagi warga Kedungpring untuk melanjutkan sekolah, karena sekolah ini harapan besar warga,’’ ujarnya.
Menurut Tardi, keberhasilan lembaga ini meraih adiwiyata tidak lepas dari peran seluruh pihak sekolah, serta komitmen mewujudkan lingkungan sekolah yang bersih dan sehat.
Selain menekankan pentingnya hidup bersih, sekolah juga menanamkan pendidikan karakter religius pada anak.
Yakni dengan melakukan salat berjamaah dan hafalan Alquran. Kemudian sekolah ini juga menjadi rujukan inklusi.
Siswa baru di sekolah diberikan tes diagnostik untuk mengukur kemampuan individu, agar pembelajaran bisa tepat sasaran.
''Alhamdulillah dukungan Pemkab Lamongan luar biasa, dua guru mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan sekolah pendidikan inklusi, sehingga pembelajaran ini didukung dengan SDM yang kompeten,’’ terangnya.
Baca Juga: Persela Maksimalkan Dua Minggu Persiapan Menghadapi Persipal FC
Kepala Dinas Pendidikan Lamongan, Ir. Munif Syarif, MM menuturkan, sekolah berperan penting dalam membentuk karakter peserta didik untuk peduli terhadap lingkungan.
Tahun ini, ada tiga sekolah yang meraih penghargaan adiwiyata nasional dan dua adiwiyata mandiri.
Diharapkan prestasi ini menjadi inspirasi dan motivasi sekolah lain, untuk bisa melestarikan lingkungan hidup.
''Kabupaten Lamongan ini sudah menerapkan gerakan Paduraksa, gerakan terpadu mencakup sekolah ramah anak, adiwiyata, dan akreditasi perpustakaan,’’ tuturnya. (rka/ind)
Editor : Anjar D. Pradipta