radarlamongan.co – jawaposradarlamongan - Sebelum mendirikan usaha di wilayah Kecamatan Babat, Alianto, 50, berjualan tongseng di Surabaya.
Dia memilih berjualan malam. Mencari tongseng bebek racikan Alianto tidak sulit.
Warungnya berada di pinggir jalan raya Babat – Jombang.
Tepatnya, di Desa Karangkembang, Kecamatan Babat.
Sejak 2006 hingga sekarang dia berjualan di wilayah Kota Wingko tersebut.
Sebelumnya, dia berjualan di Surabaya.
Dengan memasang harga level pedagang kaki lima (PKL), dia memotong bagian tubuh bebek kecil – kecil.
Setelah dibersihkan, dilakukan pembakaran. Tujuannya, mengeluarkan minyak.
Setelah dipanggang, potongan bebek itu direbus. Selanjutnya, dilakukan penggorengan.
Dengan cara seperti itu, daging bebek menjadi sangat lunak.
Sedangkan bumbu hijau bahannya dari campuran minyak bebek saat pengasapan dengan bumbu dapur.
Bumbu ini bisa disiramkan ke potongan bebek sebelum disajikan.
‘’Untuk sambal, cukup cabai merah serta bawang putih bukan seperti sambel pecel lele,’’ ucapnya
‘’Kalau nasi bebek, dilakukan perebusan, sebelum penyajian dilakukan pengorengan,’’ imbuhnya.
Semalam, Alianto berjualan sekitar 6 jam. Dia menghabiskan 10 ekor bebek dan 8 kilogram (beras) untuk memasak nasi.
Pelangganya tidak hanya dari Kecamatan Babat dan sekitarnya. Juga sebagian warga dari kota tetangga. (mal/yan)
Editor : Arya Nata Kesuma