radarlamongan.co – jawaposradarlamongan - Pecinta pecel di wilayah jantung Kota Lamongan tentu tak asing dengan nama warung pecel Cak Put.
Meski diteruskan anaknya, warung itu tetap menyediakan telur dadar daging dan dadar otak sapi sebagai lauk andalan.
Nama Pecel Cak Put diambilkan dari nama panggilan penjualnya waktu itu, Mahfud.
Warung yang didirikan mulai 1973 itu, sempat berpindah tempat, meski masih di jalan yang sama, Jl Ahmad Yani.
Nurhidayatin, 47, sang anak yang meneruskan usaha tersebut, sejak 2002.
Dadar daging dan dadar otak sapi yang menjadi pilihan untuk pendamping pecel, masih dipertahankan.
‘’Kalau bumbu pecel, tentunya sama saja. Namun, ada bumbu – bumbu turun menurun,’’ tuturnya.
Proses pembuatan bumbu pecel yang sedikit berbeda.
Semasa Cak Put, bahan bumbu seperti kacang ditumbuk.
Sekarang, bahan – bahan bumbu dilakukan penggilingan dengan manual.
Nurhidayatin setiap hari menghabiskan 4 kilogram (kg) kacang untuk bumbu.
Selain untuk menu pecelnya, bumbu tersebut dijual dalam kemasan.
Rasanya mulai tak pedas, setengah pedas, dan pedas.
‘’Di sini banyak yang digemari lauk dadar daging serta dadar otak sapi,’’ ujarnya.
Karena sudah lama berdiri, warung tersebut memiliki banyak pelanggan tetap.
Bahkan, bupati dan jajaran muspida pernah mencicipi rasa Pecel Cak Put. (mal/yan)
Editor : Arya Nata Kesuma