radarlamongan.co — jawaposradarlamongan - Sayur lodeh dapat dikombinasikan dengan daging sapi, balungan, hingga ikan asapan.
Warung milik Sutirah, 68, di Desa Sungailebak, Kecamatan Karanggeneng, menyajikan menu tersebut.
Ditambah sensasi pedas dari cabai, membuat warung ini memiliki sejumlah pelanggan tetap.
Sutirah menceritakan, berjualan sayur lodeh adalah pilihannya setelah berjualan mi ayam pada 2001.
Saat itu, pengunjung warungnya sering menanyakan apakah dirinya juga berjualan nasi.
Setelah dipikir — pikir, Sutirah akhirnya mengubah haluan usahanya, dari mi ayam ke nasi lodeh.
Bumbu sayur lodeh juga tidak terlalu sulit.
Tinggal menambah rasa cenderung pedas agar ada sensasi di lidah penikmat kuliner tersebut.
Dibantu anaknya, dia mengembangkan warung tersebut.
Sutirah merasa lodeh ikan asap seperti kothok atau ikan gabus sudah sering dijumpai.
Dia lalu menambah dengan pilihan lain, balungan sapi.
"Kalau balungan memilih ada banyak daging, sehingga pembeli tak kecewa," tuturnya.
Selain itu, dia menggoreng daging sapi.
Gorengan ini menjadi alternatif bagi pengunjung warung yang bosan makan dengan ikan gabus.
Sehingga, gorengan daging ini diletakkan di wadah tersendiri.
"Setiap harinya menghabikan daging sapi 10 kilogram, (kg), sedangkan balungan 5 kg, serta ikan gabus sebanyak 10 kg," imbuhnya.
Dia memasak 14 kg beras setiap harinya.
Sutirah tidak kesulitan untuk mendapatkan ikan gabus asapan.
Sebab, dia menerima pengiriman ikan tersebut dari langganannya. Sehingga, kualitasnya terjaga.
Posisi warung yang di pinggir jalan raya membuat nama warungnya mudah dibaca pengguna jalan.
Sehingga, mereka yang bepergian juga bisa berhenti, makan sambil beristirahat sejenak. (mal/yan)
Editor : Arya Nata Kesuma