radarlamongan.co - jawaposradarlamongan – Bagi penyuka balungan sapi, rawon dan asem – asem adalah pilihan menu yang sering disajikan para penjual kuliner.
Di Kelurahan Sidoharjo, Kecamatan Lamongan, dua menu itu bisa dinikmati di warung milik Atun, 54.
‘’Kalau menu asem – asem balungan ini sudah lima tahun yang lalu, yang paling lama rawon,’’ ujarnya.
Sebelum berjualan di wilayah Kelurahan Sidoharjo, Atun membuka usaha di Jalan Soekarno Hatta.
Baginya, memasak asem – asem balungan lebih mudah dibandingkan meracik bumbu masakan lainnya.
Atun tinggal mengiris kecil – kecil bumbu dapur yang sudah disiapkan.
Dia menggunakan asam Jawa untuk masakan tersebut.
Sementara cabai hijaunya dibiarkan utuh.
Tujuannya, pembeli yang ingin merasakan lebih pedas lagi, tinggal menggigit lombok yang ada di kuah.
Tinggal ceplos, rasa pedas cabai langsung keluar.
Atun tidak menyediakan sambal cobek.
‘’Untuk bumbunya tak begitu ribet dengan bumbu masakan yang lainya.
Namun belum bisa memberikan detail untuk bumbu,’’ tutur ibu dua anak tersebut.
‘’Untuk dagingnya direbus 1 sampai 1 jam 30 menit, tergantung daging sapinya,’’ imbuhnya.
Setiap hari, Atun menghabiskan 7 kilogram (kg) balungan sapi.
Meski buka mulai pagi, pelanggan warung ini rata – rata datang siang hari.
Alasan mereka, asem – asem balungan pedas lebih pas dimakan saat cuaca panas.
Karena berada di pinggir jalan raya Lamongan – Mantup, pembeli di warung milik Atun tak hanya dari wilayah Lamongan.
Ada juga warga Jombang, Mojokerto, Surabaya, dan Tuban yang mampir sebelum melanjutkan perjalanannya. (mal/yan)
Editor : Arya Nata Kesuma