Berita Utama Event Hobi Kriminal Lamongan Lamongan Banget Nasional Pendidikan Persela Politik Sportainment Tecno-Oto Wisata & Kuliner Wisata Kuliner

Warung Towiyah, Nasi Kare Campur Bali yang Jadi Jujugan Goweser di Akhir Pekan, Langganannya para Petambak

M. Gamal Ayatollah • Minggu, 1 Juni 2025 | 04:10 WIB

 

LANGGANAN PETAMBAK - GOWESER: Towiyah dan nasi kare yang dijualnya. Di warung ini juga bisa memesan kare campur bali. (GAMAL A/RDR.LMG)
LANGGANAN PETAMBAK - GOWESER: Towiyah dan nasi kare yang dijualnya. Di warung ini juga bisa memesan kare campur bali. (GAMAL A/RDR.LMG)

radarlamongan.co - jawaposradarlamongan - Dulu dikenal sebagai tempat penyedia makan bagi pekerja tambak dan buruh tani, kini pecinta gowes juga sering mampir ke Warung Towiyah.

Warung Towiyah, 64, hanya berjarak sekitar satu kilometer (km) dengan jalan lingkar utara (JLU).

Tak ada penanda spanduk atau banner di depan rumahnya.

Namun, setiap pagi, warung yang berada di dengan rumahnya di Desa Dlangu, Kecamatan Deket itu sering ramai.

Saat wartawan Jawa Pos Radar Lamongan mampir ke warung tersebut, beberapa motor sudah terjejer rapi.

Pengendaranya, antre mendapatkan layanan dari pemilik warung.

Sebagian di antara mereka memesan beberapa bungkus karena hendak dibawa ke tambak.

Nasi kare campur Bali itu untuk pekerja di tambak.

Towiyah mengaku sudah berjualan di rumahnya sekitar 40 tahun.

Sebelumnya, dia pernah berjualan nasi goreng saat malam.

Juga jualan nasi kare, bali, dan kelo kuning ikan gabus.

‘’Setelah dilihat, banyak yang pesan pagi hari hendak dibawa ke tambak, akhirnya memutuskan dinihari buka,’’ ujarnya.

Towiyah lalu membuka warungnya mulai pukul 03.00.

Target  pangsanya, petambak dan petani yang mempekerjakan banyak orang.

LANGGANAN PETAMBAK - GOWESER: Towiyah dan nasi kare yang dijualnya. Di warung ini juga bisa memesan kare campur bali. (GAMAL A/RDR.LMG)
LANGGANAN PETAMBAK - GOWESER: Towiyah dan nasi kare yang dijualnya. Di warung ini juga bisa memesan kare campur bali. (GAMAL A/RDR.LMG)

Dia memberi takaran nasi lebih banyak daripada warung - warung lain pada umumnya.

Bumbu balinya ditambahi serundeng.

Sedangkan ayamnya berbentuk potongan kecil - kecil. Ternyata warungnya semakin laris.

Banyak pemesan nasi kare dan bali yang minta dibungkus.

Karena dua menu tersebut paling laris, Towiyah hanya fokus ke hidangan itu.

‘’Kalau waktunya panen ikan, pukul 03.00 sudah buka hingga pukul 07.00 sudah habis,’’ jelasnya.

Saat Sabtu - Minggu, warung Towiyah juga menjadi jujugan para pesepeda yang hobi jelajah desa - desa.

Sehari, Towiyah bisa menghabiskan 15 - 20 kilogram (kg).

Dia merebus ayam sekitar satu jam agar teksturnya semakin empuk.

Harga per porsinya Rp 15 ribu. (mal/yan)

Editor : Arya Nata Kesuma
#Nasi kare campur bali #warung #lamongan #kuliner lamongan #Pecinta Gowes #jalan lingkar utara #pesepeda