MASIH BERTAHAN: Kare ayam kampung H Kayun yang tetap bertahan sejak 1985. (GAMAL A/RDR.LMG)
radarlamongan.co - jawaposradarlamongan - Kare ayam kampung H Kayun di Desa Pelang, Kecamatan Kembangbahu, masih bertahan hingga sekarang.
Mempertahankan citra rasa menjadi kunci agar banyak pelanggan kembali lagi.
‘’Kalau dulu, menjual kare ayam dengan harga lima ribu untuk satu porsi,’’ kenang Kayun.
Dia berjualan kare ayam sejak 1985.
Sekarang harga kare ayamnya sudah Rp 60 ribu untuk satu porsi berisi sepiring nasi dan semangkok kare dengan empat potong ayam.
Kayun mampu bertahan dan bersaing dengan pengusaha - pengusaha kuliner baru.
Citra rasa khas dari kuah karenya menjadi salah satu daya tarik pelanggan untuk datang kembali.
Kayun juga tetap menggunakan ayam kampung sebagai bahan utamanya.
Dia memilih ayam jago berusia muda dan ayam betina yang belum bertelur.
Ayam - ayam tersebut dipilih karena dagingnya masih muda dan empuk.
‘’Rebusan ayam paling lama satu jam lamanya, karena ayam masih muda,’’ tuturnya.
‘’Untuk kelapa sendiri, tiga butir setengah kelapa muda untuk menjamin kualitas santan,’’ imbuhnya.
Dalam sehari, dia memotong 15 ekor ayam kampung.
Kayun berjualan kare setelah mencoba peruntungan membuka warung pecel bersama istri.
Pengunjung ternyata lebih memilih kare ayam buatan istrinya.
Jualan kare ini pun akhirnya yang diutamakan.
Hingga sekarang, pelanggannya dari warga Jombang, Mojokerto, hingga Surabaya.
''Bupati dulu alm H Fadeli, sering datang ke sini,'' tuturnya. (mal/yan)
Editor : Arya Nata Kesuma