Berita Utama Event Hobi Kriminal Lamongan Lamongan Banget Nasional Pendidikan Persela Politik Sportainment Tecno-Oto Wisata & Kuliner Wisata Kuliner

Warung Mbah Sri, Padukan Racikan Bumbu Soto Kediri dan Soto Lamongan

Arya Nata Kesuma • Minggu, 21 Juli 2024 | 01:30 WIB
BELASAN TAHUN JUALAN DI RUMAH: Asriati melayani pelanggan yang ingin menikmati soto buatannya. (GAMAL A/RDR.LMG)
BELASAN TAHUN JUALAN DI RUMAH: Asriati melayani pelanggan yang ingin menikmati soto buatannya. (GAMAL A/RDR.LMG)

radarlamongan.jawapos.com, Lamongan - Sejumlah daerah memiliki kuliner soto dengan racikan bumbunya yang menciptakan rasa khas. 

Asriati, 68, menggabungkan resep bumbu soto Kediri dan soto Lamongan.

Mencari warung soto milik Asriati, tidak begitu sulit.

Patokannya, gedung DPRD Lamongan, Jalan Basuki Rahmat.

Samping gedung wakil rakyat itu ada gang.

Masuk hingga ada pertigaan gang dan belok. 

Asriati menjadikan bagian depan rumahnya di Kelurahan Sukomulyo untuk warung.

Dia sudah belasan tahun berjualan di rumah.

Namun, itu bukan tempat awal berjualannya.

Kali pertama dia berjualan pada 1988  di Jalan Andansari Lamongan.

Asriati mengenang, saat itu dia belum berjualan soto ayam.

Namun, soto tahu.

Harganya, seporsi Rp 200.

SIAP DISANTAP: Soto buatan Mbah Sri. (GAMAL A/RDR.LMG)
SIAP DISANTAP: Soto buatan Mbah Sri. (GAMAL A/RDR.LMG)

Pelangganya, mayoritas anak sekolah.

Dia kemudian mendapatkan warisan resep soto Kediri dari orang tuanya yang tinggal di kota tersebut.

‘’Pikiran saya, kalau saya jualan soto Kediri, tentunya sangat minim pembeli.

Karena kuah memakai santan,’’ ujar pemilik warung yang sering disapa Mbah Sri itu.  

Karena itu, dia menghilangkan santan.

Juga, menyesuaikan citra rasa soto Lamongan yang sudah melekat di lidah masyarakat setempat.

Kombinasi resep soto Kediri dan Lamongan, ternyata diterima para pelanggannya.

Dia menceritakan, soto Lamongan menggunakan bawang merah, sementara soto Kediri tanpa bawang tersebut.

‘’Untuk kaldunya, dari gajih ayam serta rebusan ayam dicampur jadi satu,’’ tuturnya.

Asriati tak mau menggunakan banyak penyedap rasa.

Karena pelanggan anak – anak masih banyak, dia menawarkan dua porsi.

Ada porsi kecil dengan harga Rp 6 ribu semangkok. 

‘’Untuk satu porsi dewasa harganya Rp 10 ribu,’’ imbuhnya.

Kini, sehari dia menghabiskan tiga ekor ayam dengan beras untuk bahan nasi 4 - 5 kilogram. (mal/yan)    

 

Editor : Arya Nata Kesuma
#Soto Lamongan #sukomulyo #Soto kediri #kuliner