Berita Utama Event Hobi Kriminal Lamongan Lamongan Banget Nasional Pendidikan Persela Politik Sportainment Tecno-Oto Wisata & Kuliner Wisata Kuliner

Retribusi Parkir di Lamongan Masih Jauh dari Target, Enam Bulan Baru Segini Capaiannya

Ahmad Asif Alafi • Jumat, 11 Juli 2025 | 17:49 WIB

 

MINTA DIMAKSIMALKAN: Juru parkir di salah satu ruas jalan. Komisi D DPRD Lamongan meminta adanya pengawasan terhadap jukir diperketat. (ANJAR DWI PRADIPTA/RDR.LMG)
MINTA DIMAKSIMALKAN: Juru parkir di salah satu ruas jalan. Komisi D DPRD Lamongan meminta adanya pengawasan terhadap jukir diperketat. (ANJAR DWI PRADIPTA/RDR.LMG)

LAMONGAN, RADARLAMONGAN.CO - Realisasi retribusi parkir di Kabupaten Lamongan pada semester pertama tahun ini masih jauh dari target. Mulai Januari hingga Juni, retribusi parkir berlangganan baru mencapai Rp 3,34 miliar atau sekitar 37,34 persen, dari target Rp 8,95 miliar.

Sementara itu, retribusi parkir harian baru terkumpul Rp 120,72 juta atau 43,9 persen dari target Rp 275 juta.

Melihat capaian yang masih minim, DPRD Lamongan meminta organisasi perangkat daerah (OPD) terkait untuk bekerja lebih maksimal, agar target yang telah ditetapkan bisa tercapai.

Ketua Komisi C DPRD Lamongan, Mahfud Shodiq menyayangkan realisasi yang belum mencapai separuh target hingga semester pertama tahun ini.

''Sekali lagi kami minta agar semuanya dievaluasi dan kinerja perlu ditingkatkan kembali,” tegas Mahfud.

Dia menyoroti kurangnya objek retribusi parkir harian. Menurut dia, penambahan titik parkir perlu dilakukan disertai penataan ulang terhadap petugas.

''Harus ada evaluasi. Ada penambahan objek sekaligus penataan petugas parkir,” katanya.

Mahfud juga menyoroti keluhan masyarakat soal area parkir berlangganan yang masih belum jelas.

''Karena di lapangan tidak dijelaskan area mana saja yang termasuk parkir berlangganan,” ucapnya.

Sementara itu, anggota Komisi C DPRD Lamongan, Ahmad Umar Buwang menyadari bahwa belum tercapainya target parkir berlangganan disebabkan rendahnya kesadaran masyarakat.

Meski demikian, dia meminta, Dinas Perhubungan (Dishub) Lamongan melakukan inovasi, salah satunya dalam sistem pembayaran.

“Dishub bisa membuat inovasi terkait parkir, misalnya dengan pembayaran melalui QRIS,” sarannya.

Politisi F-PDIP ini juga menekankan pentingnya pengawasan terhadap petugas parkir.

''Retribusi juru parkir harus benar-benar terkontrol, agar bisa menaikkan pendapatan asli daerah, semangatnya itu,” tandas Umar.

Sekretaris Dishub Kabupaten Lamongan, Ermawan Ristanto menjelaskan, retribusi parkir berlangganan sebenarnya sudah termasuk dalam pembayaran pajak kendaraan di Samsat.

Sedangkan untuk retribusi parkir harian, lanjut dia, dikenakan kepada kendaraan luar Lamongan yang parkir di titik lokasi tertentu. Lokasi tersebut sudah memiliki SK resmi dan dijaga oleh petugas Dishub Lamongan.

''Nanti teman-teman petugas parkir setor langsung ke Bank Jatim,” ujarnya.

Ermawan mengaku optimistis target parkir harian bisa tercapai seratus persen.

“Tapi untuk parkir berlangganan kami masih pesimistis apakah bisa mencapai target, karena tahun-tahun sebelumnya juga belum tercapai. Padahal tiap tahun targetnya terus naik, sementara parkir berlangganan ini bergantung pada kesadaran masyarakat membayar pajak kendaraan,” bebernya.

Meski begitu, pihaknya akan terus berupaya maksimal.

“Tapi kita usahakan semaksimal mungkin,” ucapnya. (sip/ind)

Editor : Anjar D. Pradipta
#dprd lamongan #dishub lamongan #lamongan #retribusi parkir