Unggul Jumlah Pemain, Persela Lamongan Hanya Bermain Imbang 1-1 Melawan Deltras Sidoarjo di Kandang

Ahmad Asif Alafi • Dipublikasikan Minggu, 11 Oktober 2026 | 21:15 WIB
Juninho Cabral usai mencetak gol ke gawang Deltras melalui titik putih. (AHMAD ASIP/RADAR LAMONGAN)
Juninho Cabral usai mencetak gol ke gawang Deltras melalui titik putih. (AHMAD ASIP/RADAR LAMONGAN)

LAMONGAN, RADARLAMONGAN.CO – Keuntungan jumlah pemain belum cukup mengantarkan Persela Lamongan meraih kemenangan di kandang.

Menjamu Deltras FC Sidoarjo pada pekan kelima Liga Championship 2026/2027 di Stadion Surajaya, Minggu (11/10), Laskar Joko Tingkir harus puas berbagi poin setelah ditahan imbang Deltras 1-1.

Baca Juga: Pemkab Lamongan Targetkan 250 Vaksinasi Hewan

Hasil tersebut terasa mengecewakan bagi skuad biru muda. Selain tampil di hadapan ribuan pendukung sendiri, tim besutan Bima Sakti tersebut mendapat keuntungan setelah Deltras bermain dengan 10 pemain.

Persela langsung mengambil inisiatif serangan sejak menit awal. Sejumlah peluang mampu diciptakan tuan rumah.

Namun, penyelesaian akhir yang belum maksimal membuat kebuntuan tak kunjung terpecahkan. Deltras sesekali mencoba keluar dari tekanan melalui serangan balik.

Petaka bagi tim tamu datang pada menit ke-37. Setelah meninjau tayangan video assistant referee (VAR), wasit mendapati pemain Deltras, Ananta Krisna, melakukan sikutan terhadap Hambali Tolib.

Keputusan kartu merah pun dijatuhkan sehingga Deltras harus melanjutkan pertandingan dengan sepuluh pemain.

Keunggulan jumlah pemain membuat Persela semakin leluasa menguasai permainan. Namun, hingga turun minum, belum ada gol yang tercipta.

Baca Juga: Kisah Airlangga Argha Mochamad Hasan, Karateka Cilik Lamongan Peraih Medali Emas Piala Danrem

Kebuntuan baru pecah pada babak kedua. Persela mendapat hadiah penalti yang berhasil dikonversi Juninho Cabral menjadi gol dimenit ke-53. Tuan rumah unggul 1-0 dan berpeluang melanjutkan tren positif di kandang.

Sayangnya, keunggulan tersebut gagal dipertahankan. Persela justru kecolongan melalui serangan balik cepat pada menit ke-88. Ahmad Dwi sukses melepaskan tembakan akurat yang menggetarkan gawang Persela sekaligus mengubah skor menjadi 1-1.

Gol tersebut membuyarkan harapan tuan rumah untuk mengamankan tiga poin. Hingga peluit panjang dibunyikan, skor imbang tidak berubah.

Head Coach Persela Bima Sakti mengakui hasil tersebut mengecewakan. Terlebih, timnya sempat unggul dan memiliki kelebihan jumlah pemain.

"Pertama, pasti kecewa karena kita sudah unggul, kemudian mereka juga kekurangan pemain. Namun, saya sampaikan kepada pemain bahwa ini bukan akhir dari segalanya. Kompetisi masih panjang," ujarnya seusai pertandingan.

Baca Juga: ABK KM Mayangsari Asal Pantura Lamongan Meninggal saat Melaut di Perairan Masalembo

Bima menilai, ada penurunan intensitas permainan setelah Persela mencetak gol. Padahal, dengan bermain di kandang dan unggul jumlah pemain, Persela seharusnya bisa lebih menekan lawan untuk menambah keunggulan.

Menurut dia, hasil imbang ini harus menjadi bahan evaluasi agar tim lebih siap menghadapi pertandingan berikutnya. Dia juga mengingatkan para pemain agar tidak kehilangan semangat setelah gagal meraih kemenangan.

"Satu poin ini tetap berharga daripada kalah. Kami harus bangkit dan menatap pertandingan berikutnya melawan RANS," tegasnya.

Bima juga menyampaikan permohonan maaf kepada para pendukung Persela, termasuk Persela Fans, Curva Boys, L.A. Mania, serta masyarakat Lamongan yang berharap tim kebanggaannya meraih kemenangan.

Dia berharap hasil tersebut menjadi pelajaran bagi seluruh pemain untuk terus berbenah. ''Persela tidak boleh merasa sebagai tim yang sempurna dan harus menjadikan setiap pertandingan sebagai bahan pembelajaran,'' ungkapnya.

Sementara itu, pemain Persela Dendy Sulistyawan mengakui seluruh pemain merasakan kekecewaan karena gagal mengamankan kemenangan di kandang sendiri. Meski demikian, dia meminta tim segera mengalihkan fokus ke laga selanjutnya.

"Kompetisi masih panjang. Kami harus menatap pertandingan berikutnya. Inilah sepak bola, terkadang kita sudah berekspektasi tinggi, tetapi harus menerima realitas. Kami akan mengevaluasi banyak kekurangan untuk menghadapi pertandingan selanjutnya," katanya.

Di kubu lawan, Head Coach Deltras FC Leonard Tupamahu mengapresiasi perjuangan anak asuhnya yang mampu mencuri satu poin di Stadion Surajaya.

Dia menyebut Persela merupakan tim kuat yang sebelumnya selalu menang dalam empat pertandingan dan belum kebobolan.

Menurut Leonard, kartu merah yang diterima timnya membuat pertandingan semakin sulit. Situasi bertambah berat setelah Persela mendapat hadiah penalti dan berhasil unggul lebih dulu.

Dalam kondisi tersebut, Deltras memilih memperkuat pertahanan sembari mencari peluang melalui serangan balik. Strategi itu akhirnya membuahkan hasil melalui gol Ahmad Dwi menjelang pertandingan berakhir.

"Kami tahu pertandingan hari ini berat. Persela tim bagus, apalagi sebelumnya selalu menang dalam empat pertandingan dan belum pernah kebobolan. Setelah kartu merah dan penalti, pilihan paling masuk akal adalah bertahan dan melakukan serangan balik. Puji Tuhan, kami bisa mencetak gol di akhir laga," ungkapnya.

Leo  menambahkan, kepercayaan diri menjadi salah satu kunci timnya mampu mencetak gol ke gawang Persela. Dia pun mengapresiasi kerja keras para pemain yang tetap berjuang meski harus bermain dengan sepuluh orang.(sip/ind)

Editor : Indra Gunawan
persela