Latihan Cross Country, Ketahanan Fisik Tiga Legiun Asing di Bawah Pemain Lokal Senior Persela Lamongan

Ahmad Asif Alafi • Dipublikasikan Minggu, 9 Agustus 2026 | 19:59 WIB
Tak hanya pemain lokal, tiga legiun asing Persela juga ikut melahap seluruh program yang diberikan tim pelatih selama TC di Batu. (AHMAD ASIP/RADAR LAMONGAN)
Tak hanya pemain lokal, tiga legiun asing Persela juga ikut melahap seluruh program yang diberikan tim pelatih selama TC di Batu. (AHMAD ASIP/RADAR LAMONGAN)

LAMONGAN, RADARLAMONGAN.CO – Persela Lamongan terus menggeber persiapan menghadapi kompetisi musim mendatang.

Selama sepekan terakhir, skuad berjuluk Laskar Joko Tingkir menjalani pemusatan latihan (TC) dengan porsi latihan fisik yang cukup berat. 

Tak hanya pemain lokal, tiga legiun asing Persela juga ikut melahap seluruh program yang diberikan tim pelatih.

Baca Juga: Inovasi Hartutik: Padukan Permainan Tradisional dan IT untuk Pembelajaran Anak di Kabupaten Lamongan

Mulai latihan endurance (ketahanan), strength (kekuatan), gym, hingga cross country (lintas alam) dengan medan yang cukup menantang. Cross country merupakan latihan lari lintas alam yang digunakan sebagai menu latihan fisik pemain.  

Pelatih Fisik Persela Lamongan Budi Kurnia mengatakan, kondisi fisik pemain sejauh ini menunjukkan perkembangan positif. Seluruh pemain mampu mengikuti program yang telah disusun tim pelatih.

‘’Alhamdulillah semua mengikuti apa yang diprogramkan tim pelatih. Semua pemain mengikuti, termasuk tiga pemain asing,’’ kata Budi kepada Jawa Pos Radar Lamongan, Sabtu (8/8).

Baca Juga: Kisah Pelatih Kiper Persela Lamongan Wahyudi, Jaga Karir di Dunia Sepak Bola dan Usaha Kuliner

Selama TC, pemain mendapat menu latihan yang cukup beragam. Tim pelatih juga memberikan latihan kekuatan di gym dan sedikit latihan teknik.

Persela juga mendatangkan tenaga profesional untuk memberikan treatmen psikologi kepada para pemain.

Budi menyebut, perubahan kondisi fisik pemain mulai terlihat dibandingkan ketika pertama kali datang, saat ini sudah terlihat.

 

Jika sebelumnya pemain terlihat cukup kelelahan ketika menjalani latihan 90 menit, kini mereka mulai mampu menyelesaikan sesi latihan dengan kondisi yang lebih baik.

‘’Dari pertama datang mereka benar-benar letih untuk latihan 90 menit. Sekarang untuk 90 menit latihan sedikit demi sedikit, sudah kelihatan performa dan peak condition sudah mulai terlihat,’’ ujarnya.

Salah satu menu latihan yang cukup menguras tenaga adalah cross country kurang lebih 90 Km.

Para pemain harus melewati rute dengan medan menanjak yang dinilai sangat berat. Dalam sesi tersebut, tiga pemain asing Persela justru mampu menunjukkan daya tahan fisik yang cukup baik.

Baca Juga: Tiga Tahun Main Judol, Terdakwa Asal Kecamatan Babat Dituntut 2 Tahun 

Dalam catatan tim pelatih pada latihan pertama kemarin, tiga pemain lokal berada di posisi terdepan. Yakni Hendro, Indra, dan Rafiud. Sementara posisi empat, lima, dan enam semuanya tiga pemain asing.

‘’Jadi terlihat disitu pemain asing ini masuk enam besarlah, untuk kondisi fisik mereka melahap cross country yang lumayan berat, karena rute perjalanan fisik luar biasa menanjak, tanjakannya jauhnya 1 kilometer terus nanjak, memang ini sangat berat,’’ katanya.

Menurut dia, latihan di sana cukup berat, terutama endurance dan strength untuk terus dilatih. Harapannya, ketika TC berakhir, kondisi fisik seluruh pemain berada pada level yang lebih baik dibandingkan saat pertama datang.

‘’Bagaimanapun caranya nanti pulang dari sini, pemain kondisi lebih prima dari kondisi awal mas,’’ katanya.

Untuk mengetahui sejauh mana perkembangan fisik pemain, tim pelatih nantinya juga menyiapkan test.

 

Dimana ada pre-test ada juga post-test. Hasil tes tersebut nantinya menjadi salah satu indikator untuk mengukur efektivitas program latihan yang diberikan.

‘’Latihan itu ada efeknya atau tidak harus ada tes. Tidak bisa menduga-duga. Berdasarkan tes, itu yang menjadi ukuran buat tim pelatih apakah kondisi fisik pemain naik atau tidak,’’ terang Budi.

Dia memastikan kondisi fisik pemain mengalami peningkatan. Namun, seberapa signifikan peningkatan tersebut baru bisa diketahui melalui hasil tes berikutnya.

Baca Juga: Perhentian Terakhir Pendaki Gunung Piramid Asal Lamongan

Tes kedua kemungkinan dilakukan sekitar sepuluh hari menjelang kompetisi. Menurutnya Secara teoritis ada tidaknya hasil signifikan itu kurang lebih enam minggu.

‘’Cuma signifikan apa tidaknya lihat tes kedua nanti, kemungkinan sepuluh hari jelang kompetisi tes lagi,’’ ucapnya.

Pihaknya berharap, semua pemain setelah menjalankan yang diprogramkan tim pelatih, ada hasil signifikan, terutama kondisi fisik.

‘’Bagaimana caranya harus meningkat agar dapat pick kondisi atau kondisi puncak, sehingga nanti ketika pertandingan resmi atau mulai liga mereka sudah ada dipenampilan puncak,’’ katanya. (sip/ind)

Editor : Indra Gunawan
persela lamongan