radarlamongan.co - jawaposradarlamongan - Perburuan amunisi muda Persela Lamongan memasuki fase krusial.
Dari total 16 nama yang semula mengadu nasib, kini tersisa delapan pemain yang bertahan di bawah pengawasan jajaran pelatih.
Dua di antara delapan pemain muda tersebut sudah pasti direkrut untuk menjadi bagian tim Persela menghadapi Liga 2 Championship 2026/2027.
Baca Juga: Coach Bima Sakti Targetkan Penggawa Persela Lamongan Capai Performa Puncak
Keduanya merupakan putra daerah Lamongan yang juga produk dari Elite Pro Academy (EPA) Persela. Yakni, gelandang Fajar Az-Zahir dan stoper Muhammad Shobrian Widyansyah.
Pelatih kepala Persela, Bima Sakti Tukiman, menjelaskan, porsi pemain regulasi musim ini lebih besar.
Setiap tim harus memainkan minimal dua pemain regulasi di lapangan. Durasi bermain total dari pemain yang diturunkan 180 menit.
Baca Juga: Manajemen Persela Lamongan Masih Berburu Stoper Tambahan
Bagi mantan asisten pelatih timnas U-23 itu, perburuan pemain muda ini bukan sekadar memenuhi persyaratan formalitas kompetisi, melainkan juga membangun fondasi permainan.
Jajaran pelatih harus bisa mencari pemain yang sesuai dengan kebutuhan tim. "Jadi kita tidak hanya melengkapi regulasi, tapi harus mencarikan posisi yang pas agar bisa menyesuaikan dengan permainan senior," jelas pelatih asal Balikpapan itu.
Bima memprioritaskan slot regulasi muda ini untuk mengakomodasi talenta lokal Lamongan.
Dia berharap bakal lahir penerus generasi emas daerah seperti Dendy Sulistyawan. Musim lalu, nama Affani juga bersinar.
Selain fokus pada seleksi pemain muda, Persela tetap menjalankan program pemusatan latihan (TC) di Batu sesuai tahapan yang disusun.
Asisten pelatih, Ragil Sudirman, menilai perkembangan Daniel Goncalves dkk selama pemusatan latihan cukup baik. Kondisi fisik terus meningkat.
"Selama TC ini fokus peningkatan fisik pemain agar bisa top performa,” terangnya. (rka/yan)
Editor : Arya Nata Kesuma