LAMONGAN, RADARLAMONGAN.CO - Persela Lamongan akan memulai kompetisi Liga Championship musim 2026/2027 dengan pengurangan satu poin, akibat kekurangan administrasi pada musim sebelumnya.
Seperti diketahui, Laskar Joko Tingkir harus merombak manajemen di pertengahan musim, setelah manajemen sebelumnya memilih mundur paska mengakuisisi klub pesaing PSIS Semarang.
Baca Juga: Knalpot Brong Tak Boleh Dibawa Pulang, Harus Ganti di Mapolres Lamongan
Meski tidak berada dalam satu grup musim depan, tapi Persela harus memulai dengan pengurangan satu poin bersama tujuh klub lainnya.
Meliputi PSBS Biak minus 4 poin, Persiba minus 3 poin, PSIS Semarang minus 2 poin, serta Kendal Tornado FC, Persiraja, Persiku, dan Sumsel United masing-masing minus 1 poin.
Direktur Bisnis Persela Pradita Aditya mengatakan, adanya pengurangan poin ini pastinya akan berdampak pada tim. Karena Persela harus memulai dengan minus satu poin.
Meski tidak hanya Persela yang mendapatkan sanksi, tapi ini akan menjadi pembelajaran kedepan untuk mengelola tim dengan lebih profesional.
Baca Juga: Pacu Pajak Daerah Lamongan
Menurut dia, manajemen sudah berusaha maksimal untuk menyelesaikan seluruh aspek utama yang dipersyaratkan dalam lisensi klub. Namun satu aspek belum bisa terpenuhi.
‘’Kita harus terima keputusan ini dan akan menjadi pembelajaran kedepan,” ujarnya.
Adit mengakui, Persela sebenarnya sudah memenuhi lima aspek utama yang dipersyaratkan. Meliputi aspek olahraga, infrastruktur, personalia dan administrasi, hukum, dan keuangan.
Kriteria satu sampai empat sudah klir, meski ada poin kecil yang belum lengkap tapi statusnya masih aman. Namun ada satu poin yang belum diselesaikan yakni finansial.
Penyebab keterlambatan Persela untuk menyelesaikan proses lisensi ini karena masa transisi manajemen. Karena lisensi ini dimulai dari 2025, bahkan sebelum kompetisi bergulir.
Baca Juga: Empat Pencuri Kapal Tanker di Perairan Kecamatan Paciran Divonis Berbeda
Sementara saat peralihan dari manajemen lama ke manajemen baru di pertengahan musim, ternyata proses lisensi klub belum dikerjakan sama sekali.
‘’Poin lima belum bisa kita laporkan karena saya masuk di pertengahan Desember. Sudah kita usahakan dan tahap audit, tapi waktunya sudah habis. Semoga dengan mayoritas aspek yang sudah diselesaikan, sanksi Persela bisa lebih ringan,” harapnya. (rka/ind)
Editor : Indra Gunawan