radarlamongan.co – jawaposradarlamongan – Tidak semua klub Liga 2 Championship 2026/2027 sudah siap dengan stadion kandangnya. Persiku Kudus misalnya. Kepastian homebase Persiku untuk mengarungi kompetisi Liga 2 Championship 2026/2027 belum diumumkan hingga kini.
Stadion Wergu Wetan yang selama ini dijadikan andalan Persiku untuk menjamu tamu – tamunya, akan dibangun total oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU). Situasi ini pernah dialami Persela Lamongan yang akhirnya memindahkan laga home ke Stadion Bumi Wali di kompleks Tuban Sport Center. Baca Juga: Tergabung Satu Grup dengan Tim-tim Kuat, Persela Lamongan Optimistis Mampu Bersaing di Grup Timur Liga Championship
Pada musim ini, Persiku tergabung di wilayah barat bersama sejumlah klub yang berasal dari wilayah Jawa Barat dan Sumatera, termasuk PSIS Semarang. Berbeda dengan Persiku, PSIS telah memastikan Stadion Jatidiri, Semarang, sebagai kandang mereka untuk musim kompetisi mendatang.
Hingga kini, Persiku masih memertimbangkan dua nama, yakni Stadion Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor, dan Stadion Sriwedari, Kota Surakarta. Direktur Utama Persiku, Abdul Fuad Amirul Adha, mengatakan keputusan mengenai stadion kandang belum bisa diumumkan karena masih akan dibahas bersama calon investor klub. Baca Juga: Pemain Regulasi U-21 Diberi Porsi Lebih di Liga Championship, Pemain Lokal Persela Lamongan Affani Ubaidillah Bakal Jadi Tumpuan
Menurutnya, seluruh opsi masih terbuka sebelum keputusan final ditetapkan.
Fuad mengungkapkan bahwa kemungkinan menggunakan Stadion Sriwedari masih cukup besar.
Dia menilai stadion tersebut memenuhi syarat untuk menggelar pertandingan Liga 2 dan lokasinya dinilai lebih menguntungkan bagi manajemen maupun tim.
Menurutnya, penggunaan stadion di wilayah Jawa Tengah tidak akan memengaruhi status Persiku yang tetap tercatat sebagai tim asal Kudus meski harus menjalani laga kandang di luar daerah.
Selain memudahkan koordinasi dan pemantauan tim, penggunaan Stadion Sriwedari juga memungkinkan pertandingan digelar tanpa kehadiran penonton.
Kebijakan tersebut dinilai dapat meminimalkan potensi sanksi akibat pelanggaran yang dilakukan suporter selama pertandingan berlangsung.
Fuad berharap para pendukung Persiku dapat memahami kondisi yang sedang dihadapi klub.
Menurutnya, menjadi tim yang harus berpindah markas bukan perkara mudah karena membutuhkan biaya operasional dan akomodasi yang jauh lebih besar dibandingkan ketika bermain di kandang sendiri.
Sementara itu, Persela Lamongan yang berada di wilayah timur, memastikan tetap menggunakan Stadion Surajaya Lamongan untuk Liga 2 Championship 2026/2027.Baca Juga: Persela Butuh Empat Penjaga Gawang, Masih Kurang Dua Kiper Lagi... Jika selama musim Liga 2 2025/2026 Stadion Surajaya dilarang didatangi suporter saat Persela memainkan laga di kandang akibat sanksi dari PSSI, maka di Liga 2 Championship 2026/2027 suporter Persela bisa melihat aksi Hendro Siswanto dkk secara langsung. Sebab, sanksi dari PSSI sudah berakhir seiring selesainya Liga 2 2025/2026. (*)
Editor : Arya Nata Kesuma