Berita Utama Event Hobi Kriminal Lamongan Lamongan Banget Nasional Pendidikan Persela Politik Sportainment Tecno-Oto Wisata & Kuliner Wisata Kuliner

Persela Lamongan Terancam Dapat Minus Poin di Kompetisi Liga Championship, Manajemen Memohon Keringanan ke PSSI

Ahmad Asif Alafi • Minggu, 17 Mei 2026 | 18:24 WIB
Musim lalu Persela menjalani kompetisi dengan hukuman larangan suporter. Musim mendatang, Persela terancam mendapat minus poin. (DOK. PERSELA FC/RADAR LAMONGAN)
Musim lalu Persela menjalani kompetisi dengan hukuman larangan suporter. Musim mendatang, Persela terancam mendapat minus poin. (DOK. PERSELA FC/RADAR LAMONGAN)

LAMONGAN, RADARLAMONGAN.CO – Kabar kurang sedap menghampiri Persela Lamongan, yang terancam memulai Liga Championship dengan sanksi poin minus. Hal itu menyusul rilis resmi dari I-League selaku operator kompetisi dua hari lalu.

Tim berjuluk Laskar Joko Tingkir itu menjadi salah satu dari sembilan klub Liga Championship, yang kurang memenuhi syarat lisensi klub (club licensing).

Baca Juga: Ubah Sisik Ikan Nila Jadi Bioplastik Kemasan yang Larut Air, Siswa SMAN 2 Lamongan Berprestasi di Ajang JNSF 2026

Menanggapi sanksi tersebut, Direktur Bisnis Persela Pradita Aditya menegaskan bahwa klub sebenarnya sudah berjuang mati-matian.

Persela sebenarnya sudah memenuhi empat dari lima aspek utama yang harus dipenuhi dalam lisensi klub, yakni sporting, infrastructure, personnel and administrative, legal, serta financial.

‘’Indikator satu sampai empat kita sudah selesai. Meskipun ada kekurangan sedikit, tapi masih aman dan bisa clear. Yang belum bisa kita selesaikan adalah indikator ke-lima, yaitu financial statement atau laporan keuangan,’’ ujar Adit.

Adit menjelaskan, mandeknya aspek ke-lima ini tidak lepas dari masa transisi manajemen. Proses club licensing ini sejatinya sudah dimulai sejak awal musim 2025–2026.

Baca Juga: Daftar 10 Titik Shelter Baru Bus Trans Jatim Rute Lamongan - Paciran, Ada WiFi Gratis, Cek Lokasinya di Sini!

Sementara jajaran manajemen baru, termasuk dirinya baru masuk di pertengahan akhir musim, tepatnya efektif pada Januari lalu.

Saat melakukan analisis dokumen, manajemen menemukan bahwa dari lima kriteria yang disyaratkan belum ada satu pun yang dikerjakan.

‘’Ketika tahu itu, kami langsung membentuk tim khusus untuk menyelesaikan sertifikat lisensi. Namun, kami kesusahan mengoleksi data dari awal musim untuk membuat laporan keuangan yang akuntabel dan auditable (bisa diaudit),’’ jelasnya.

Meski diburu waktu, Persela sebenarnya sudah menunjuk Kantor Akuntan Publik (KAP) untuk melakukan audit.

Sayangnya, batas waktu penyerahan dokumen pada 30 April lalu telanjur lewat sebelum audit KAP rampung.

‘’Penilaian audit dari KAP rencananya baru keluar minggu depan. Jadi kita sudah melakukan prosesnya, cuma terhalang batasan waktu,’’ tambahnya.

Manajemen Persela tengah bernegosiasi dengan PSSI agar Laskar Joko Tingkir terhindar dari sanksi minus poin di awal musim nanti.

‘’Kita masih melakukan koordinasi dan negosiasi kepada PSSI. Harapannya ada keringanan, karena kita sudah mengerjakan semuanya. Laporan keuangan sebentar lagi selesai, tinggal menunggu dari KAP,’’ urai Adit.

Baca Juga: Persipura Jayapura Alami Nasib seperti Persela Lamongan  

Ini menjadi pelajaran mahal. Adit memastikan, manajemen saat ini tengah melakukan perombakan total dan menerapkan sistem good corporate governance (GCG) yang ketat.

Untuk menggaransi transparansi, Persela menerapkan software akuntansi modern dan memberlakukan one gate system payment (satu rekening terpusat untuk arus kas keluar-masuk).

Manajemen juga merekrut akuntan profesional untuk membangun sistem pertanggungjawaban yang rapi.

‘’Kami punya cita-cita Persela ini menjadi korporasi yang proper secara finansial. Kami juga berusaha sertifikasi ISO kedepan,’’ ucapnya optimistis.

Disinggung terkait ancaman pengurangan poin. Adit terus berkoordinasi agar hukuman ini tidak mengurangi performa tim.

‘’Secara internal manajemen, kami sudah rapi dan memiliki satu mindset yang sama untuk melakukan perbaikan menyeluruh,’’ katanya. (sip/ind)

Editor : Indra Gunawan
#persela lamongan