LAMONGAN, RADARLAMONGAN.CO - Persela Lamongan kembali menelan hasil pahit di Stadion Surajaya. Menjamu Kendal Tornado FC pada Minggu (16/11) malam, Laskar Joko Tingkir takluk dan gagal menjaga tren positif enam laga tanpa kekalahan.
Kekalahan ini juga menjadi yang ketiga bagi Persela musim ini, lebih miris lagi tiga kekalahan Persela didapatkan ketika bermain di kandang sendiri.
Liga 2 Championship musim 2025/2026 memang terasa berat bagi Persela. Sanksi tanpa penonton sepanjang musim membuat atmosfer Surajaya kehilangan keangkerannya.
Dari tujuh laga home yang telah dijalani, Persela mencatatkan tiga kekalahan, tiga kemenangan, dan satu hasil imbang.
Asisten pelatih Persela, Ragil Sudirman, menilai kekalahan akibat permainan anak asuhnya di babak pertama tidak berkembang.
“Kecolongan gol cepat membuat permainan anak-anak sulit berkembang di babak pertama. Di babak kedua kami punya banyak kesempatan, tapi kita masih kurang beruntung,” ujarnya.
Ragil memastikan kekalahan ini akan menjadi catatan penting bagi tim pelatih untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh.
“Kita masih ada waktu untuk perbaikan sebelum melawan Kudus. Kekurangan-kekurangan yang terjadi akan diperbaiki. Selain itu, saya juga menyayangkan keputusan wasit yang memimpin hari ini, kurang tegas dalam mengambil keputusan,” tegasnya.
Pemain Persela, Wawan Febriyanto juga menyampaikan permohonan maaf kepada suporter atas kegagalan meraih poin penuh.
“Belum rezekinya mendapat tiga poin. Di babak kedua kita dapat banyak peluang, tapi belum bisa dimaksimalkan. Mohon maaf karena gagal meraih tiga poin hari ini,” tutur Wawan.
Sementara itu, pelatih Kendal Tornado FC, Stefan Keeltjes, menyambut gembira raihan tiga poin penting ini. Ia menilai kemenangan tersebut lahir dari kerja keras dan kedisiplinan para pemainnya.
“Saya apresiasi kerja keras anak-anak. Mereka bermain disiplin, motivasinya tinggi, dan fighting spirit-nya terlihat untuk memenangkan pertandingan,” kata Stefan.
Kekalahan ini menjadi alarm bagi Persela yang kini harus segera berbenah sebelum melakoni laga berikutnya. Inkonsistensi di kandang tak boleh terus berlanjut bila Persela ingin tetap bersaing di papan atas Liga 2 Championship. (jar)
Editor : Anjar D. Pradipta