LAMONGAN, RADARLAMONGAN.CO - Persela harus memanfaatkan merosotnya mental dan rasa percaya diri PSIS Semarang, yang saat ini menghuni dasar klasemen grup timur Liga Championship. Seperti diketahui, Laskar Mahesa Jenar-julukan PSIS belum pernah meraih kemenangan sekalipun.
Di atas kertas, Persela lebih diunggulkan dan dijagokan bisa menaklukkan tamunya PSIS saat bertanding Jumat (31/10), di Stadion Surajaya Lamongan. Selain ingin memperpanjang rekor kemenangan, Jhon Mena dkk termotivasi memperbaiki posisi di klasemen.
Saat ini, Persela berada di posisi ke lima dengan 13 poin, satu tingkat di bawah Persipura Jayapura yang juga mengoleksi poin yang sama. Kans menggeser Mutiara Hitam-julukan Persipura cukup terbuka. Sebab tim rival tersebut bakal bertandang ke markas pemuncak klasemen sementara, PSS Sleman pada Sabtu (1/11).
Apalagi, Persela kembali diperkuat legiun asingnya, Jonathan Ezequiel Bustos yang sebelumnya absen karena akumulasi kartu. Seperti diketahui, geladang serang asal Argentina ini berhasil menyumbangkan empat gol dan sejumlah assist dalam enam laga.
Karteker Persela, Ragil Sudirman menjelaskan, kondisi pemain akan dipantau hingga official training (OT) hari ini (30/10). Selama persiapan tidak ada masalah, semuanya aman.
‘’Kita terus perbaiki strategi agar mendapatkan hasil terbaik nanti,’’ ujar pelatih berusia 60 tahun tersebut.
Menurut Ragil, dalam laga lanjutan Bustos bisa diturunkan. Karena secara aturan hanya sanksi satu kali. Namun terkait skema yang akan digunakan, Ragil masih menunggu hasil OT.
Dia mengatakan, dalam laga home ini timnya harus mengamankan tiga poin. Tren positif harus dilanjutkan agar Laskar Joko Tingkir bisa mencapai target yang diharapkan.
Seperti diberitakan sebelumnya, Persela tidak bisa menggunakan jasa Esteban Vizcarra dan Rafiud Drajat yang menerima sanksi larangan empat laga. Ragil menuturkan, absennya dua pemain inti memang cukup terasa. Namun, dia berusaha memaksimalkan pelapis yang ada.
‘’Semua alternatif akan disiapkan, dan kemungkinan besar tiga asing bisa turun semua,’’ tuturnya. (rka/ind)
Editor : Anjar D. Pradipta