LAMONGAN, RADARLAMONGAN.CO - Persiapan skuat Persela jelang menjamu PSS Sleman, Sabtu (25/10), terus dimaksimalkan. Kedua tim sama-sama pincang, karena sejumlah pemain andalannya kemungkinan besar tidak bisa diturunkan.
Seperti diketahui, dua pilar Laskar Joko Tingkir dipastikan absen, yakni Jonathan Bustos dan Esteban Vizcarra. Sementara, Super Elja-julukan PSS Sleman diprediksi tidak diperkuat dua pemain intinya, yakni Cleberson Martins dan Jajang Mulyana karena dibekap cedera.
Karteker Persela, Ragil Sudirman mengatakan, pihaknya fokus ke tim. Selain itu, dia tidak melihat absennya pemain inti lawan menjadi sebuah keuntungan. Sebab PSS Sleman dihuni pemain yang kemampuannya merata. Apalagi, tim tamu juga sedang dalam top performa harus diwaspadai.
“Intinya fokus ke tim dan tidak terkecoh, karena target kami di kandang harus menang,” ujarnya.
Persela juga memiliki sejumlah pemain yang bisa menjadi alternatif pelatih, sebagai pengganti absennya dua pemain andalan. Termasuk pemain muda yang performanya terus mengalami peningkatan dalam setiap pertandingan.
Persela memiliki cukup banyak slot pemain U-21, antara lain, M. Tedja Kusuma, Muhammad Sadewa, Rifky Tofani, Novel, Hanif, dan pemain muda Lamongan Affani.
Affani sempat masuk dalam starting line-up. Penampilannya dipuji oleh tim pelatih, meski akhirnya dilakukan rotasi lagi ke Tedja ketika laga away lawan PS Barito Putera. Ragil mengatakan, laga terakhir memang tidak menggunakan jasa Affani supaya ada rotasi.
“Affani bagus, pemain muda kita siap semua. Meski secara pengalaman hanya beberapa, tapi semangatnya mau belajar,” tutur Ragil.
Ragil mengaku, rotasi pemain ini normal karena tim butuh penyegaran. Artinya penentuan pemain muda ini sudah disesuaikan dengan skema yang akan digunakan.
Namun, dia meminta agar pemain muda menunjukkan performa terbaik selama latihan, sehingga siap dimainkan kapanpun dibutuhkan.
Menurut dia, starting eleven pertandingan ini akan disesuaikan skema yang akan digunakan. Intinya semua pemain harus berkaca dalam satu pertandingan bisa menggunakan dua skema berbeda.
Ragil merasa senang karena timnya memiliki stok pemain muda cukup banyak. Dia meminta, semua pemain harus terbiasa dengan situasi pertandingan.
Dalam persiapan, dia selalu menekankan mental dan rasa percaya diri. Khususnya pemain muda harus lebih banyak belajar dari pemain senior di Persela.
Di sisi lain, Ragil memuji komunikasi antar pemain yang cukup baik. Pemain senior juga sangat terbuka dengan pemain muda. Harapannya komunikasi ini terus terbangun, bisa berdampak dalam jalannya pertandingan ketika di lapangan.
“Komunikasi pemain baik dan terus ditingkatkan agar bisa memberikan dampak yang positif untuk tim,” ujarnya. (rka/ind)
Editor : Anjar D. Pradipta