LAMONGAN, RADARLAMONGAN.CO — Jelang bergulirnya kompetisi Championship League musim 2025/2026, Persela Lamongan menggelar meet and greet bersama suporter dan media di Dapur Kopi, Minggu (7/9).
Agenda ini menjadi momentum penting bagi Laskar Joko Tingkir untuk memperkuat langkah menghadapi laga perdana, sekaligus menyatukan komitmen dengan seluruh elemen dan stakeholder, baik manajemen, pemain, suporter, maupun media.
“Acara ini bertujuan untuk memperkuat langkah Persela menjelang pertandingan perdana dengan melibatkan seluruh elemen dan stakeholder, baik dari kalangan suporter maupun media,” ujar Manajer Persela, Fariz Julinar Maurisal.
Fariz, menegaskan bahwa hukuman larangan penonton dari Komdis PSSI memang menjadi kerugian besar. “Tanpa pemasukan dari penonton jelas berat, tapi kami tidak patah semangat. Tim tetap kami siapkan lebih kuat dari musim lalu dengan target lolos ke Liga 1,” ujarnya.
Disinggung terkait hukuman larangan kedatangan suporter selama semusim, Fariz menuturkan bahwa hukuman dari Komdis PSSI harus dijadikan instropeksi bersama agar tidak terulang kesalahan yang merugikan tim.
Karena itu, dalam kesempatan tersebut juga dilakukan penandatanganan pakta integritas antara manajemen dan perwakilan suporter.
“Pakta ini komitmen kita semua untuk menjaga Persela, menjalankan sanksi tanpa penonton dengan penuh tanggung jawab, dan memastikan tidak mengulang kesalahan musim lalu,” tambahnya.
Sementara itu, pelatih Persela Aji Santoso menegaskan komitmennya dalam menyiapkan tim lebih maksimal.
“Saya bukan karakter pelatih yang suka bermain-main. Saya bersama pemain akan berjuang semaksimal mungkin. Hati dan pikiran saya benar-benar sudah saya siapkan untuk memenuhi target lolos ke Liga 1,” tegasnya. (jar)
Editor : Anjar D. Pradipta