Berita Utama Event Hobi Kriminal Lamongan Lamongan Banget Nasional Pendidikan Persela Politik Sportainment Tecno-Oto Wisata & Kuliner Wisata Kuliner

Kenapa Pemain Asing Persela Selalu Tinggal di Surabaya? Begini Alasan Manajemen

Rika Ratmawati • Selasa, 24 Juni 2025 | 01:56 WIB

 

Manajer Persela, Fariz Julinar Maurisal sudah berkomunikasi dengan Coach Aji terkait skuad musim depan.
Manajer Persela, Fariz Julinar Maurisal sudah berkomunikasi dengan Coach Aji terkait skuad musim depan.

LAMONGAN, RADARLAMONGAN.CO – Dulu, saat Persela Lamongan masih diperkuat oleh deretan pemain asing seperti Kleber Santos, Juan Duran, George Rodriges Gusman, Oscar Aravena, hingga Marcio Souza, suasananya terasa berbeda.

Para pemain asing ini tak hanya membela tim Laskar Joko Tingkir di lapangan, tetapi juga benar-benar menetap di Lamongan. Mereka akrab dengan masyarakat, mudah diajak berinteraksi, dan gampang dikontrol oleh manajemen tim.

Padahal, saat itu Lamongan belum ramai dengan makanan khas pemain luar seperti pizza, burger, atau fried chicken.

Beberapa tahun terakhir ini, pemain asing Persela selalu tinggal di luar Lamongan. Mayoritas pemain asing memilih tinggal di Surabaya dan Gresik.

Kondisi seperti ini sering menimbulkan kecurigaan oleh beberapa pendukung Persela. Apalagi dibeberapa pertandingan krusial peforma pemain asing sering kendor.

Musim lalu, Persela diperkuat oleh beberapa pemain asing dari beberapa negara. Putaran pertama Persela diperkuat oleh Ezechiel Ndouassel, Lukman Ahmed Saibu, dan Andersson Natchimento.

Pada putaran kedua, Persela merombak beberapa pemain asingnya, hanya Eze yang dipertahankan saat itu. Lukman asal Amerika digantikan oleh Kim Do-Hyun, sedangkan Anderson digantikan oleh Fabien Garcia.

Disinggung terkait tempat tinggal pemain asing. Fariz memastikan, pemain asing tetap berada di Surabaya dan pemain lokal di Lamongan.

‘’Kalau masalah tempat tinggal mungkin masih sama dengan biasanya (Surabaya atau Gresik, Red)," tuturnya.

Fariz juga menuturkan letak geografis antara Surabaya dengan Lamongan dianggap jarak yang tak cukup jauh bagi pemain asing.

"Kadang pemain asing menganggap Lamongan jaraknya tak terlalu jauh dengan Surabaya, itu yang menjadi nilai jual bagi mereka dibanding bermain di tim luar pulau," jelas pengusaha Belikopi tersebut.

Fariz juga mengaku akan mengusahakan semua pemain asing tetap maksimal saat membela Persela.

"Kita akan maksimalkan agar tidak berdampak terhadap tim,” tambahnya.

 

Persela sendiri dijadwalkan akan memulai latihan bulan depan. Sehingga pemain dipastikan mulai datang akhir bulan ini.

Manajer Persela Fariz Julinar Maurisal mengatakan, latihan rencana dimulai awal Juli karena jadwal kick-off mundur September. Sehingga persiapan yang semula dijadwalkan pertengahan bulan ini mundur.

Intinya, persiapan hari pertama diharapkan seluruh pemain sudah bisa gabung latihan. Fariz berharap dalam latihan pertama nanti seluruh pemain sudah bisa ikut bergabung.

‘’Kalau yang asing mungkin menunggu administrasi, tapi lokal Insya Allah bisa ikut semua,” ujarnya.

Hingga saat ini Persela masih memperkenalkan dua pemain rekrutan terbaru yakni, Hendro Siswanto dan Alberto "Beto" Goncalvez.

Jelang kedatangan pemain, diakuinya, semua hal-hal non-teknis sudah disiapkan. Termasuk tempat tinggal pemain selama di Lamongan. Mess sudah diperbaiki, agar memberikan kenyamanan pemain.

‘’Dipastikan pertandingan lebih padat, tapi kita menunggu keputusan pastinya,” tutur Fariz.

Sementara itu, Ezechiel Ndouassel, top score Persela musim kemarin dirumorkan bakal hengkang ke tim Bekasi FC.

Melalui akun media sosialnya, pemain asal negara Chad tersebut resmi berpamitan dengan Persela.

 

‘’Terima kasih aku ucapkan untuk Persela. Musim yang sangat baik dan luar biasa. Saya sangat senang bersama Persela, tetapi sepak bola itu ada datang, ada juga pergi,’’ tulis Eze dalam akun Instagramnya. (rka/ind)

 

Editor : Anjar D. Pradipta
#aji santoso #Ezechiel Ndouassel #Fariz Julinar Maurisal #pemain asing #liga 2 #Oscar Aravena #lamongan #persela