LAMONGAN, Radarlamongan.co - Persela akhirnya menerima sanksi atas kerusuhan yang dilakukan oknum suporter, saat pertandingan Persela menjamu Persijap Jepara di Stadion Tuban Sport Center (TSC), Selasa lalu (18/2).
Laskar Joko Tingkir dikenai hukuman tanpa penonton dalam laga home, selama satu musim dan denda Rp 110 juta.
Manajer Persela, Fariz Julinar Maurisal mengatakan, terkait hasil sidang komisi disiplin (komdis) tentu sudah dipersiapkan.
Sebab, diakuinya, apapun kejadian yang ada dalam sebuah pertandingan pasti ada hukumannya.
Namun dari manajemen tetap mengupayakan banding, agar bisa mendapatkan keringanan dari hukuman yang sudah ditetapkan tersebut. ‘’Kita usahakan untuk banding yang terbaik, agar tidak memberatkan tim musim depan,’’ ujarnya.
Ketua Panpel Persela, Mahfud Syafii menjelaskan, surat putusan komdis diterima oleh manajemen.
Nantinya akan dibahas dengan kru panpel terkait poin banding. Salah satu yang sangat merugikan tim adalah larangan adanya suporter selama satu musim.
‘’Pastinya sangat merugikan tim, jadi salah satu poin yang akan diusulkan banding kaitannya larangan suporter,’’ jelasnya.
Lepok, sapaannya mengatakan, suporter sudah seperti pemain ke-12. Kehadirannya sangat dibutuhkan untuk memberikan motivasi dan dukungan bagi tim.
‘’Kita secepatnya akan kirim banding, semoga dikabulkan dan tidak memberatkan tim,’’ harapnya.
Disinggung terkait dengan kerusakan Stadion TSC. Lepok memastikan manajemen bertanggung jawab penuh. Sekarang masih proses perbaikan, untuk bisa kembali seperti semula.
‘’Kami berharap kejadian ini bisa menjadi pembelajaran bersama,’’ pungkasnya. (rka/ind)
Editor : Anjar D. Pradipta