Berita Utama Event Hobi Kriminal Lamongan Lamongan Banget Nasional Pendidikan Persela Politik Sportainment Tecno-Oto Wisata & Kuliner Wisata Kuliner

Tim Pelatih Persela Soroti Pemain Tak Bisa Kontrol Emosi

Anjar Dwi Pradipta • Minggu, 8 Desember 2024 | 21:41 WIB
MERUGIKAN TIM: Rafiud Drajat tak bisa bermain melawan tuan rumah Rans Nusantara FC, Sabtu (14/12), akibat diganjar kartu merah pada laga sebelumnya. (Anjar D. Pradipta / Radar Lamongan)
MERUGIKAN TIM: Rafiud Drajat tak bisa bermain melawan tuan rumah Rans Nusantara FC, Sabtu (14/12), akibat diganjar kartu merah pada laga sebelumnya. (Anjar D. Pradipta / Radar Lamongan)

LAMONGAN, Radarlamongan.co - Tim pelatih Persela menyoroti tempramental pemain, saat Persela menang 2-1 atas Persipura di Tuban Sport Center, Jumat (6/12).

Penggawa Laskar Joko Tingkir menerima hujan kartu pada laga di grup 3 Liga 2 tersebut karena tak bisa mengontrol emosi.

Hasim Kipuw, Ocvian Chanigio, dan Ezechiel Ndouassel menerima kartu kuning akibat melakukan pelanggaran.

Paling riskan pelanggaran yang dilakukan Hasim Kipuw, yang membuat wasit menghadiahi tim lawan penalti.

Sedangkan, Rafiud Drajat harus diusir wasit dimenit ke-54 akibat menerima dua kartu kuning.

Bek kanan 25 tahun tersebut dipastikan tak bisa bermain saat Persela melawat ke markas Rans Nusantara FC, Sabtu (14/12).

Meski laga berjalan dengan tensi tinggi, namun pemain Persipura tidak ada yang mendapat hukuman kartu pada laga tersebut.

Head Coach Persela, Zulkifli Syukur mengatakan, setiap pertandingan akan ada evaluasi, tanpa melihat hasil menang, seri, maupun kalah.

‘’Agar kedepannya apa yang menjadi kesalahan mendasar, apa yang menjadi kekurangan tim ini, bisa secara perlahan tertutupi semuanya,’’ tutur pelatih asal Makassar tersebut.

Zulkifli mengakui jika dalam setiap pertandingan pasti menyuguhkan benturan-benturan, tapi pemain yang harus bisa mengontrol emosi dalam kondisi apapun.

Misalnya pada laga melawan Persipura, pemain lawan melakukan taktik untuk memancing emosi pemain Persela. Namun dengan adanya intimidasi tersebut, seharusnya pemain Persela tidak boleh terpancing.

Di awal babak kedua, Rafiud mendapatkan kartu merah yang sangat merugikan tim. Untungnya situasi tersebut tidak bisa dimanfaatkan oleh tim Persipura, yang hanya memperkecil kedudukan melalui titik putih.

''Alhamdulillah kita hanya kebobolan satu gol. Tetapi yang saya harus kasih bahwa di sini adalah bagaimana mereka menyikapi setiap kejadian yang ada di dalam pertandingan,'' ujarnya.

Zulkifli menyoroti Rafiud yang hampir setiap pertandingan selalu mendapatkan hukuman kartu.

‘’Ini mungkin bukan hanya bahan evaluasi dari pelatih, sebenarnya ini evaluasi buat dirinya sendiri.

Saya pikir kalau memang Rafid mau maju, mau bermain lebih baik lagi kedepan, mungkin salah satu faktor yang harus dirubah adalah faktor emosi, terus bagaimana cara pengambilan keputusannya di dalam, sehingga tidak merugikan diri sendiri maupun tim,’’ imbuhnya.

Zulkifli menuturkan, para pemain sebelumnya melakukan pertandingan yang berat. Untuk itu, para pemain diberikan waktu istirahat dan berkumpul bersama keluarga.

Penggawa Persela dijadwalkan memulai kembali latihan besok sore (9/12).

‘’Ini waktunya buat mereka untuk me-refresh lagi dari pertandingan kemarin.

Saya harap setelah dari libur ini pemain bisa kembali fresh lagi, bisa benar-benar fokus lagi di pertandingan berikutnya,’’ ujarnya. (sip/ind)

Editor : Anjar D. Pradipta
#Ezechiel Ndouassel #jayapura #rafiud drajat #hasyim kipuw #liga 2 #zulkifli syukur #Ocvian Chanigio #persipura #lamongan #persela