LAMONGAN, Radarlamongan.co – Persela termotivasi mengakhiri paceklik kemenangan. Seperti diketahui, skuad kebanggaan warga Lamongan itu belum pernah menang dalam tiga laga terakhir.
Yakni ditahan imbang 1-1 oleh Rans Nusantara FC, dipermalukan tuan rumah Persibo dua gol tanpa balas, serta bermain imbang 1-1 melawan tuan rumah Persipal FC.
Persela terakhir kali meraih kemenangan pada akhir September lalu, saat mempermalukan tuan rumah Persipura dengan skor 0-1.
Sehingga menjamu Gresik United, Minggu (10/11), menjadi momentum bagi skuad biru muda untuk bangkit.
Namun, skuad Laskar Joko Tingkir dipastikan akan melakoni derby Jawa Timur tersebut tanpa dukungan suporter setia.
Tentu ini menjadi sebuah kerugian bagi tim, karena Persela disanksi dua laga home tanpa kehadiran suporter.
Head Coach Persela, Zulkifli Syukur mengatakan, situasi ini tidak bisa dijadikan alasan oleh pemain.
Justru pemain harus bekerja lebih keras dengan motivasi berlipat, untuk membuktikan kepada seluruh fans setia Persela.
Pelatih kelahiran Makassar, Sulawesi Selatan tersebut meminta pemain memberikan hasil terbaik di pertandingan home nanti, sebagai hadiah untuk pendukung yang selalu mensuport tim ini.
‘’Kami memohon doa dari seluruh suporter agar di laga berikutnya kita bisa mengakhiri puasa kemenangan, dan bisa mengamankan tiga poin sebagai hadiah untuk suporter,’’ ucap mantan pemain Timnas PSSI tersebut.
Skuad Persela kembali menjalani latihan jelang menjamu Laskar Joko Samudro – julukan Gresik United.
Ezechiel Ndouassel dkk melakukan persiapan di Surabaya untuk memantapkan strategi, sebelum menghadapi pertandingan terakhir putaran pertama grup 3 Liga 2 tersebut.
Zulkifli mengatakan, kondisi pemain sehat dan fresh. Mereka tetap menjaga kebugaran di masa libur.
Minggu ini, fokus tim pelatih memperbaiki kekurangan dari pertandingan sebelumnya.
Dia berharap, pemain bisa kerja keras dan menjalankan strategi yang diberikan pemain dengan tepat.
‘’Pertandingan yang sangat penting untuk kita, akan disiapkan tim sebaik mungkin,’’ terang pelatih kelahiran 3 Mei 1984 tersebut. (rka/ind)
Editor : Anjar D. Pradipta