Radarlamongan.co - Diberitakan sebelumnya Persela mendapatkan hukuman dari Komdis PSSI, diakibatkan melakukan jenis pelanggaran pelemparan, penyerangan, dan penganiayaan terhadap perangkat pertandingan,
dalam pertandingan antara Persela v Rans Nusantara pada tanggal 7 Oktober 2024.
Pertandingan menghasilkan skor akhir 1-1 tersebut, sempat terjadi kericuhan usai wasit meniupkan pluit panjang.
Wasit mendapatkan lemparan dari arah tribun barat Stadion Tuban Sport Center.
Tak berhenti sampai di situ, perangkat pertandingan juga mengalami intimidasi dan penganiayaan di salah satu sudut ruangan Stadion Tuban Sport Center (TSC).
Akibat pelanggaran tersebut, Persela mendapatkan larangan menyelenggarakan pertandingan dengan penonton sebanyak empat pertandingan saat menjadi tuan rumah.
Persela sempat melakukan banding, dan hasil banding akhirnya direspon.
Terbaru hukuman larangan menyelenggarakan empat pertandingan tanpa penonton, dikurangi menjadi hanya dua pertandingan saja.
Dikutip dari website resmi pssi.org, Komisi Banding PSSI mengeluarkan rilis resmi Hasil Komite Banding PSSI Tanggal 24 Oktober 2024
Salah satu poin tersebut menyebutkan bahwa hukuman Persela berkurang menjadi dua pertandingan saja.
Berikut bunyi dari rilis komisi banding resmi PSSI:
- Panitia Pelaksana Pertandingan Klub Persela Lamongan.
- Pelanggaran: Kegagalan menjalankan tanggung jawab menjaga ketertiban dan keamanan.
- Sanksi Komite Disiplin PSSI: Larangan menyelenggarakan pertandingan dengan penonton sebanyak 4 pertandingan saat menjadi tuan rumah; denda Rp.10.000.000,-
- Sanksi Komite Banding PSSI: Memperbaiki Keputusan Komite Disiplin PSSI menjadi menyelenggarakan pertandingan saat Klub Persela Lamongan menjadi tuan rumah dengan menutup seluruh stadion sebanyak 2 kali pertandingan; denda Rp.10.000.000,-
Sesuai jadwal, dua laga home Persela terdekat adalah saat menjamu tim Gresik United, Minggu (10/11) dan saat menjamu Persewar Waropen, Minggu (1/12). (jar/ind)
Editor : Anjar D. Pradipta