Radarlamongan.co - Suporter Persela kembali menelan kecewaan, karena tim kesayangannya hanya bermain imbang 1-1 saat menjamu Rans Nusantara FC di Tuban Sport center, Senin (7/10).
Persela sempat unggul 1-0 melalui sepakan Ezechiel Ndouassel di babak pertama. Kemenangan Persela di depan mata buyar akibat gol kontroversial striker asing Rans Nusantara FC, Ismael Dunga dimenit akhir pertandingan.
Head Coach Persela, Zulkifli Syukur mengatakan, tim pelatih dan pemain semua kecewa. Sebab, anak asuhnya bermain mendominasi, tapi harus kehilangan poin penuh di kandang.
Disinggung terkait gol lawan akibat kelengahan kiper Samuel Reimas. Zulkifli mengaku, proses terjadinya gol tidak bisa menyalahkan satu pemain.
Karena, menurut dia, pertandingan merupakan tim dan murni kelengahan pemain belakang yang asyik bermain di belakang. "Kita akan evaluasi kedepan, semua harus dibenahi," jelasnya.
Zulkifli menuturkan, pelatih akan melakukan komunikasi dengan pemain untuk memperbaiki hasil di laga selanjutnya.
Lukman Ahmed-Shaibu yang merupakan striker asing Persela tidak dimainkan dilaga tersebut. Dia menuturkan, Lukman mengalami masalah otot yang sudah menjalani pemeriksaan di Surabaya.
"Kita simpan untuk pertandingan selanjutnya, karena kondisinya tidak bisa dipaksa," tutur pelatih 40 tahun tersebut.
Pemain Persela, Yoga Adiyatama menambahkan, hasil kemarin akan menjadi evaluasi kedepan.
Pertandingan selanjutnya harus bisa mengambil poin. "Kita harus berbenah dan terus berusaha," ucap pemain berposisi bek sayap kiri tersebut.
Head Coach Rans Nusantara FC, Edi Sudiarto mengapresiasi permainan timnya. Pemain bekerja sangat keras hingga peluit panjang berbunyi.
Dia tidak menyangka bisa membawa pulang satu poin, karena Persela tim yang kuat dengan materi pemain yang luar biasa.
"Kami sangat mengapresiasi laga kemarin, terkait protes hasil itu biasa, karena sudah ada perangkat pertandingan, " ujarnya.
Pemain Rans, Wiga Brillian Syahputta menuturkan, timnya berjuang sangat keras pertandingan kemarin. ''Hasilnya bisa bermain imbang dan tentunya sangat membanggakan,'' ucap Wiga. (rka/ind)
Editor : Anjar D. Pradipta