Radarlamongan.co - Jelang laga Persela melawan Persewar Waropen di Stadion Mandala Jayapura, Jum'at (20/9), Persela dipastikan bakal dinahkodai oleh Zulkifli Syukur paska mundurnya Didik Ludianto dari kursi pelatih kepala.
Legenda Timnas Indonesia tersebut langsung mendampingi tim Laskar Joko Tingkit usai kembali dari gelaran PON XXI Aceh Sumut.
Sebelumnya pelatih kelahiran 3 Mei 1984 ini menangani tim sepak bola Provinsi Sulawesi Tengah pada gelaran PON XXI Aceh Sumut.
Belakangan Zulkifli sempat viral atas aksinya protes yang diakibatkan perlakuan ketidak adilan wasit yang memimpin pertandingan babak perempat final antara tim Provinsi Aceh menghadapi tim Provinsi Sulawesi Tengah.
Pertandingan yang diwarnai aksi pemukulan pemain Sulteng terhadap wasit Eko Agus Sugiharto tersebut pada akhirnya meloloskan tim Provinsi Aceh karena tim Sulteng yang di asuh oleh Zulkifli Syukur menolak untuk melanjutkan pertandingan meskipun skor masih sama kuat 1-1.
Seusai melatih di Sulteng, Pelatih berlisensi A AFC tersebut langsung memimpin Persela Lamongan dalam tour Papua.
Di Papua, Tim berjuluk Laskar Joko Tingkir Tersebut bakal melawan tim Perswar Waropen dan Persipura Jayapura.
Dalam kesempatan Prematch presscon Zulkifli Syukur menjelaskan, bahwa jelang menghadapi tim Persewar Waropen, Jumat (20/9), Persela tidak ada persiapan khusus. Para pemain juga dinilai lebih bersemangat pada latihan terakhir.
"Jelang melawan Persewar Waropen persiapan normal seperti biasa, tak jauh beda dengan persiapan pertandingan - pertandingan sebelumnya, yang pasti di latihan terakhir pemain lihat lebih bersemangat, artinya mereka sudah siap untuk bermain", Ujar Zulkifli.
Disinggung terkait target saat melawan Persewar Waropen besok (20/9), Zulkifi bertekat untuk meraih poin penuh.
"Dari pertandingan perdana ada banyak evaluasi, jika kita diberi kesempatan, tekat pemain dan seluruh staf yang ada disini mempunyai tekat yang sama untuk bisa meraih tiga poin", Tambahnya.
Skuat Persela musim ini banyak dihuni oleh pemaim yang sudah malang melintang di persepakbolaan Indonesia, ini bakal menjadi modal bagi Persela untuk melawan tim Persewar yang banyak dihuni oleh pemain asal Papua.
"Kita melihat secara umum, tikpikal pemain dari papua hampir sama, baik persewar, persipura, dan biak, bukan hal yang baru bagi kita, apalagi Persela dihuni banyak pemain yang sudah malang melintang di sepak bola indonesia, saya pikir tidak sulit untuk melihat kekuatan dari persewar sendiri". Imbuh pelatih yang pernah berseragam Arema Indonesia semasa masih aktif menjadi pemain sepak bola.
Sementara itu, Toni Sucipto, selaku kapten Persela mengaku bahwa timnya sudah melakukan persiapan sudah sejak lama.
"Kita sudah mempersiapkan jauh jauh hari di Lamongan, latihan tadi (19/9) hanya mengingatkan kembali untuk pertandingan besok", ujar Toni.
Toni juga bertekat untuk mencuri poin di kandang Persewar Waropen besok (20/9).
"Motivasi kita tetap sama, pertandingan besok kita harus bisa mendapatkan tiga poin", tambah Toni.
Disinggung terkait cuaca di Jayapura, Toni juga menjelaskan bahwa cuaca di Jayapura dan di Lamongan hampir sama.
"Cuaca di Jayapura sama dengan Lamongan, kita sudah jauh - jauh hari sudah mengantisipai itu dengan latihan pagi jelang siang, karena kita tahu cuaca di Jayapura pasti panas", pungkasnya. (jar)
Editor : Anjar D. Pradipta