LAMONGAN, Radar Lamongan – Persela gagal mengamankan tiga poin dalam laga home perdananya menjamu Deltras FC di Stadion Tuban Sport Center, Minggu (8/9).
Skuad kebanggaan warga Lamongan tersebut hanya bermain imbang 2-2 atas The Lobster – julukan Deltras FC.
Head Coach Persela, Didik Ludianto mengakui jika hasil tersebut sangat menyakitkan karena hanya meraih satu poin di kandang. Meski begitu, Didik mengakui pemain sudah bekerja sangat keras.
‘’Akan kita perbaiki dan evaluasi sebelum berangkat ke Papua,’’ ucap Didik saat pos-match press conference.
Dalam laga tersebut, tim tamu unggul lebih dulu dimenit ke-32. Berawal kesalahan bek Persela Tony Sucipto, yang membuat Dwiki mampu mencuri bola hingga menaklukkan Bima Koto.
Persela membalas melalui eksekusi penalti Ezechiel N’douassel dimenit ke-54. Tuan rumah mampu membalikkan kedudukan menjadi 2-1, berkat sepakan Samsul Arif dari bola mati dimenit ke-72.
Dwiki kembali membuyarkan mimpi tuan rumah untuk meraih tiga poin, setelah melakukan brace memanfaatkan bola rebound dimenit ke-85. Hasil imbang 2-2 menutup Derby Jatim tersebut.
Didik mengaku sudah mengingatkan pemain agar tidak melakukan kesalahan. Namun, masih terdapat pemain yang miss-komunikasi, serta dapat dimaksimalkan oleh lawan.
Di babak pertama, permainan Laskar Joko Tingkir sangat monoton. Memainkan formasi 4-4-2, penggawa Persela hanya mengandalkan long pass yang mudah ditebak lawan.
Didik mengaku jika formasi yang digunakan melalui proses panjang, sehingga nanti akan dievaluasi lagi. ‘’Kita sudah melalui proses panjang untuk menemukan formasi terbaik, jadi hasil kemarin akan menjadi bahan perbaikan kedepan," ujarnya.
Striker Persela, Samsul Arif mengatakan, kemungkinan performa belum maksimal karena baru pertandingan pertama. Hasil ini akan menjadi perbaikan kedepan dan masih ada laga away.
‘’Kita punya modal materi pemain yang bagus, Insya Allah kita bisa memperbaiki hasil kedepan,’’ ucapnya.
Head Coach Deltras FC, Bejo Sugiantoro merasa senang pemain bisa mengaplikasikan yang diinginkan pelatih. Kunci dari Deltras untuk mengejar ketinggalan dengan bermain offensive, setelah plan pertama tidak berjalan baik.
‘Intinya kita mau target delapan besar, dan Alhamdulillah bawa pulang satu poin dari Tuban,’’ tuturnya dengan senyum berseri. (rka/ind)
Editor : Anjar D. Pradipta