TUBAN, Radar Lamongan - Persela hanya bermain imbang 0-0 saat menjamu Deltras FC Sidoarjo di Stadion Tuban Sport Center, Selasa (23/1).
Padahal dipertaningan Derby Jatim tersebut Persela menurunkan dua Striker berlabel Naturalisasi, Silvio Escobar dan Herman Dzumafo Epandi.
Namun, kedua striker yang bermain secara bergantian tersebut tidak berhasil mengoyak gawang Deltras FC yang dijaga oleh Fery Bagus Kurniawan.
Hingga pertandingan keempat babak 12 besar Liga 2, Silvio Esobar baru mengemas 3 gol, sedangkan Herman Dzumafo Epandi, mengemas 2 gol.
Jumlah koleksi gol kedua striker naturalisasi tersebut masih kalah dengan jumlah gol kapten Persela, Zulham Zamrun, yang sudah mencetak 4 gol.
Hasil ini membuat Persela yang kini mengoleksi lima poin, masih berada di bawah The Lobster — julukan Deltras FC dengan enam poin.
Laskar Joko Tingkir wajib meraih hasil maksimal pada dua laga sisa grup Y Liga 2, jika ingin lolos ke babak semifinal.
Head Coach Persela, Djadjang Nurdjaman mengatakan, untuk mencapai target yang diinginkan memang berat.
Namun, dia meminta, pemain harus optimistis untuk bisa lolos.
Salah satu yang harus dibenahi kekompakan tim, pemain harus solid, dan bisa mencetak gol.
Kita melihat Deltras bermain aman, mereka sangat solid dan itu pembelajaran penting,” ujarnya.
Djanur menuturkan, tumpulnya lini depan dan lemahnya lini belakang akan menjadi pekerjaan rumah bagi tim pelatih.
Waktu yang tersisa akan dimanfaatkan untuk memperbaiki kelemahan tim.
Dia menjelaskan, masih ada kesempatan satu kali home dan away yang bisa dimanfaatkan pemain untuk memperbaiki klasemen.
Masih ada dua pertandingan lagi, kalau kita bisa menang dua kali peluang lolos pasti terbuka,” terang pelatih berusia 64 tahun itu. (rka/ind)
Editor : Anjar D. Pradipta