LAMONGAN, Radar Lamongan – Universitas Muhammadiyah Lamongan (UMLA) terus memperkuat perannya dalam mencetak sumber daya manusia (SDM) unggul, adaptif, dan berdaya saing global.
Pada Wisuda ke-VIII UMLA 2026, sebanyak 867 wisudawan resmi dikukuhkan dalam prosesi yang berlangsung di Dome UMLA, Sabtu (26/9).
Baca Juga: Gulung PSBS Biak Enam Gol Tanpa Balas, Persela Lamongan Bertahan di Posisi Runner-up Grup B
Wisuda tersebut menjadi momentum penting bagi para lulusan untuk memasuki babak baru kehidupan.
Tidak hanya berbekal ijazah dan kompetensi akademik, mereka juga dituntut mampu beradaptasi dengan perubahan zaman, terutama pesatnya perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
Rektor UMLA Prof. Dr. A. Aziz Alimul Hidayat, S.Kep., Ns., M.Kes. berpesan agar para lulusan tidak berhenti belajar setelah menyelesaikan pendidikan tinggi. Sebaliknya, kelulusan merupakan awal dari proses pengabdian yang lebih luas di tengah masyarakat.
“Kelulusan bukanlah akhir dari proses belajar, tetapi awal untuk memasuki ruang pengabdian yang lebih luas. Dunia kerja saat ini berubah sangat cepat, terutama dengan perkembangan teknologi digital dan artificial intelligence,” ujarnya.
Baca Juga: Menanti Gelombang Pilkades, 28 Desa di Lamongan Kepala Desanya Kosong
Menurut dia, lulusan UMLA harus memiliki kemampuan untuk terus belajar, adaptif terhadap perubahan, serta menguasai teknologi.
Namun, penguasaan teknologi tersebut harus berjalan beriringan dengan karakter, etika, serta nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan.
Aziz berharap, lulusan UMLA tidak hanya berorientasi menjadi pencari kerja. Mereka juga diharapkan mampu menjadi pencipta lapangan kerja, inovator, sekaligus pemecah masalah atau problem solver di tengah masyarakat.
“Kompetensi akademik penting, tetapi kemampuan berkomunikasi, berkolaborasi, berpikir kritis, kreatif, serta memanfaatkan teknologi secara bijak akan menjadi modal yang sangat menentukan,” tuturnya.
Untuk menyiapkan lulusan yang memiliki daya saing, UMLA terus mengembangkan proses pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan teori.
Mahasiswa didorong mendapatkan pengalaman melalui praktik, magang, penelitian, pengabdian masyarakat, kewirausahaan, serta berbagai kegiatan yang memperkuat soft skills dan kompetensi digital.
Kolaborasi dengan dunia usaha, dunia industri, rumah sakit, fasilitas pelayanan kesehatan, pemerintah, organisasi profesi, dan berbagai institusi juga terus diperluas.
Melalui kolaborasi tersebut, mahasiswa diharapkan memperoleh pengalaman nyata yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.
Pemanfaatan teknologi dan AI pun menjadi bagian penting dalam pengembangan kompetensi mahasiswa.
Baca Juga: Nikmati Pedasnya Bumbu Pecel Bu Rohma
Meski demikian, Rektor menegaskan bahwa kemajuan teknologi harus tetap disertai integritas, profesionalisme, kepedulian sosial, dan nilai kemanusiaan.
“Teknologi harus berjalan bersama integritas, profesionalisme, kepedulian sosial, dan nilai kemanusiaan,” tegasnya.
Komitmen UMLA dalam menyiapkan lulusan berdaya saing global juga tercermin dari kiprah alumninya di luar negeri.
Berdasarkan data yang disampaikan Rektor, sebanyak 93 lulusan UMLA telah bekerja di luar negeri. Sebanyak 74 orang bekerja di Arab Saudi, 15 orang di Jepang, sedangkan lainnya tersebar di Jerman, Kuwait, dan Taiwan.
Pada 2026, sebanyak 19 lulusan telah lolos dan bekerja di Arab Saudi. Selain itu, UMLA juga merencanakan pengiriman 24 calon tenaga kerja untuk mengikuti proses seleksi pada Oktober mendatang.
Capaian tersebut menjadi bagian dari upaya kampus memperluas kesempatan lulusan memasuki pasar kerja internasional melalui peningkatan kompetensi dan kesiapan profesional.
Di bidang akademik, UMLA juga terus mengembangkan program studi. Saat ini, UMLA memiliki 24 program studi yang tersebar di tiga fakultas.
Tiga program studi telah meraih akreditasi Unggul, yakni S-1 Keperawatan, Pendidikan Profesi Ners, dan S-2 Administrasi Kesehatan.
Selain itu, UMLA tengah mempersiapkan sejumlah program studi untuk meraih akreditasi Unggul.
Penguatan mutu tersebut berjalan beriringan dengan penerapan sertifikasi profesi sebagai salah satu syarat kelulusan bagi mahasiswa program studi Manajemen, Administrasi Rumah Sakit, Akuntansi, PGSD, Biologi, dan Teknik Komputer.
Upaya penjaminan mutu eksternal juga diperkuat melalui keberhasilan UMLA memperoleh sertifikasi ISO 9001:2015 dan ISO 21001:2018.
Dalam pengembangan kelembagaan, UMLA menargetkan diri menjadi universitas yang semakin unggul dan memiliki daya saing global.
Salah satu agenda strategis yang disiapkan adalah pembukaan Fakultas Kedokteran dan Fakultas Agama Islam. Rektor menyampaikan, kedua fakultas tersebut menjadi bagian dari arah transformasi UMLA kedepan.
Selain itu, UMLA menargetkan 15 program studi menuju akreditasi Unggul, disertai penguatan kualitas sumber daya manusia, penelitian, publikasi bereputasi, inovasi, digitalisasi pembelajaran, serta perluasan kerja sama nasional dan internasional.
Pengembangan fasilitas pendidikan dan infrastruktur kampus juga terus dilakukan untuk mendukung pembelajaran modern yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan perkembangan zaman.
Aziz menegaskan, kemajuan UMLA tidak semata-mata diukur dari besarnya institusi, tetapi juga dari kualitas dan manfaat yang diberikan kepada masyarakat.
“Kami ingin berbagai inovasi yang lahir dari kampus tidak berhenti sebagai produk akademik, tetapi benar-benar dapat digunakan untuk menyelesaikan persoalan masyarakat,” ungkapnya.
Dia menambahkan, keberadaan perguruan tinggi harus mampu meningkatkan kualitas SDM, mendorong inovasi, menggerakkan ekonomi, serta memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan Lamongan dan Indonesia
Sementara itu, Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur Prof. Dr. dr. Sukadiono, M.M. menyampaikan apresiasi atas perkembangan UMLA dan mendukung penuh rencana pengembangan Fakultas Kedokteran.
Kepada para wisudawan yang akan memasuki dunia kerja, Sukadiono menyampaikan tiga kunci utama, yakni membangun kepercayaan melalui kredibilitas, mampu beradaptasi, serta bekerja dengan cinta.
Menurut dia, kredibilitas dibangun melalui integritas dan kapasitas atau kompetensi, tanpa mengedepankan kepentingan pribadi.
Dia juga mengingatkan pentingnya kemampuan beradaptasi dengan lingkungan baru dan perkembangan teknologi digital. Para lulusan diharapkan mencintai pekerjaan yang dijalani sekaligus menjalankannya dengan penuh tanggung jawab.
Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Lamongan Drs. Shodikin, M.M. turut mengapresiasi capaian UMLA di bidang akademik dan kemahasiswaan, termasuk persiapan pembukaan program studi baru.
Shodikin mengingatkan bahwa selesainya pendidikan tinggi merupakan awal dari kehidupan baru.
Pengalaman yang diperoleh selama kuliah, mengikuti seminar, menjalani praktikum, hingga kegiatan lapangan harus diimplementasikan dalam kehidupan nyata.
Dia juga menekankan pentingnya memadukan ilmu pengetahuan dan keterampilan dengan sikap serta tata cara bergaul yang baik agar lulusan menjadi intelektual yang bermanfaat bagi sesama.
“Jagalah nama baik UMLA dengan menjadi alumni yang cakap secara ilmu dan kompetensi, berakhlakul karimah, serta taat beribadah,” pesannya. (lam/ind)
Editor : Indra Gunawan