SMPN 5 Lamongan Angkat Nasi Boran di Karnaval Kemerdekaan

Redaksi • Dipublikasikan Senin, 24 Agustus 2026 | 17:32 WIB
Siswi SMPN 5 Lamongan membawakan tari boran dalam kegiatan Karnaval Kemerdekaan 2026. (AHMAD ASIP/RADAR LAMONGAN)
Siswi SMPN 5 Lamongan membawakan tari boran dalam kegiatan Karnaval Kemerdekaan 2026. (AHMAD ASIP/RADAR LAMONGAN)

LAMONGAN, RADARLAMONGAN.CO -  Semangat melestarikan budaya lokal mewarnai gelaran Karnaval Kabupaten Lamongan, Sabtu (22/8). Mengusung tema besar ‘’Nusantara Megilan: Gelora Kemerdekaan, Kebanggaan Lamongan”, kegiatan tersebut menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengenalkan kekayaan budaya daerah kepada masyarakat.

Salah satu peserta yang tampil mencuri perhatian adalah SMP Negeri 5 Lamongan. Sekolah tersebut mengangkat kuliner khas Lamongan, nasi boran, sebagai kekuatan utama dalam penampilannya.

Baca Juga: Uji Kesiapan Fisik dan Taktik, Persela Lamongan Bersiap Jamu PSPS Pekanbaru di Surajaya

Konsep yang diusung yakni Nasi Boran, Warisan Budaya dan Rasa, Simbol Prestasi Lamongan.

Melalui konsep tersebut, SMPN 5 Lamongan ingin menunjukkan bahwa nasi boran bukan sekadar kuliner khas.

Di balik sepiring nasi boran terdapat kisah tentang ketekunan perempuan Lamongan dalam menjaga resep, tradisi, sekaligus menjadikannya sumber penghidupan keluarga.

Penampilan para peserta juga menggambarkan perjalanan nasi boran sebagai bagian dari identitas masyarakat Lamongan. Beragam gerak, warna, kostum, dan kreativitas disatukan untuk menyampaikan pesan bahwa budaya lokal harus terus hidup dan berkembang di tengah perubahan zaman.

Kepala SMPN 5 Lamongan Esty Sulistyowati, S.Pd., M.Pd., mengatakan, keterlibatan sekolah dalam karnaval menjadi kesempatan bagi siswa untuk belajar sekaligus mengenal lebih dekat kekayaan budaya daerah.

‘’Melalui karnaval ini, anak-anak tidak hanya tampil dan berkreasi. Mereka juga belajar mengenal budaya Lamongan dan memahami pentingnya menjaga serta melestarikan warisan daerah,” ujarnya.

Baca Juga: Ketahuan Dorong Beat Curian, Maling Perempuan Asal Surabaya Ditangkap Warga Kecamatan Sukodadi, Kabu

Menurut Esty, pemilihan nasi boran memiliki makna kuat. Kuliner tersebut telah menjadi salah satu identitas Lamongan dan memiliki nilai budaya serta ekonomi bagi masyarakat. Karena itu, pengenalan nasi boran kepada generasi muda dinilai penting agar keberadaannya terus terjaga.

Dalam konsep penampilan SMPN 5 Lamongan, sosok perempuan penjual nasi boran mendapat perhatian khusus.

Mereka digambarkan bukan hanya sebagai pelaku usaha, tetapi juga penjaga resep, pelestari tradisi, sekaligus penggerak ekonomi keluarga.

‘’Harapannya, siswa semakin bangga terhadap budaya daerahnya. Mereka juga bisa melihat bahwa tradisi lokal memiliki nilai yang besar, baik dari sisi budaya maupun ekonomi,” imbuh Esty.

Baca Juga: Sebanyak 15 Ribu Lebih Mustahik  Telah Menerima Manfaat Dana ZIS yang Disalurkan BAZNAS Lamongan

Partisipasi dalam karnaval tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya SMPN 5 Lamongan membentuk siswa yang berprestasi, berkarakter, dan berbudaya.

Sekolah tidak hanya memberikan ruang bagi pengembangan akademik, tetapi juga seni, kreativitas, serta potensi peserta didik.

Dengan mengangkat nasi boran, SMPN 5 Lamongan berharap pesan pelestarian budaya dapat tersampaikan kepada masyarakat.

Sebab, seperti filosofi yang dibawa dalam penampilan mereka, nasi boran bukan sekadar makanan, melainkan warisan rasa, tradisi, perjuangan, dan salah satu kebanggaan Lamongan. (lam/ind)

Editor : Indra Gunawan
SMPN