SMPN 1 Lamongan Tampilkan Gajah Mada hingga Tradisi Lokal dalam Karnaval 2026

Redaksi • Dipublikasikan Senin, 24 Agustus 2026 | 17:03 WIB
Siswa-siswi SMPN 1 Lamongan menyerahkan cendera mata kepada Bupati Lamongan Yuhronur Efendi dalam kegiatan Karnaval Kemerdekaan 2026. (AHMAD ASIP/RADAR LAMONGAN)
Siswa-siswi SMPN 1 Lamongan menyerahkan cendera mata kepada Bupati Lamongan Yuhronur Efendi dalam kegiatan Karnaval Kemerdekaan 2026. (AHMAD ASIP/RADAR LAMONGAN)

LAMONGAN, RADARLAMONGAN.CO - Kreativitas dan semangat melestarikan budaya ditunjukkan SMP Negeri 1 Lamongan dalam karnaval yang digelar Pemkab Lamongan dalam rangka memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan RI. 

Mengusung tema “Patih Gajah Mada: Sang Pemersatu Nusantara, Memperkuat Lamongan Berkelanjutan”, para siswa tampil membawa beragam potensi sejarah, budaya, hingga prestasi Lamongan.

Baca Juga: Uji Kesiapan Fisik dan Taktik, Persela Lamongan Bersiap Jamu PSPS Pekanbaru di Surajaya

Dalam parade tersebut, SMPN 1 Lamongan membagi penampilannya dalam sejumlah defile. Barisan terdepan diawali vandel sekolah dan 45 siswa dengan busana Merah Putih.

Penampilan itu menjadi simbol semangat nasionalisme sekaligus kebanggaan menyambut HUT ke-81 RI.

Kepala SMPN 1 Lamongan Safiudin, S.Pd., M.Pd., dalam balutan baju adat dengan semangat mengikuti kegiatan Karnaval Kemerdekaan 2026. (AHMAD ASIP/RADAR LAMONGAN)
Kepala SMPN 1 Lamongan Safiudin, S.Pd., M.Pd., dalam balutan baju adat dengan semangat mengikuti kegiatan Karnaval Kemerdekaan 2026. (AHMAD ASIP/RADAR LAMONGAN)

Berikutnya, Carnival Nusantara tampil dengan 10 pasang siswa mengenakan busana khas kepulauan Indonesia. Keberagaman warna dan busana menjadi gambaran kekayaan budaya Nusantara yang tetap menyatu dalam bingkai persaudaraan.

Baca Juga: Ketahuan Dorong Beat Curian, Maling Perempuan Asal Surabaya Ditangkap Warga Kecamatan Sukodadi, Kabu

Suasana semakin meriah ketika prajurit panah mengawal mobil hias bertema Gajah Mada. Kendaraan tersebut dihiasi relief artistik yang menggambarkan perjalanan sejarah dan keteladanan Mahapatih Gajah Mada.

Sosok Gajah Mada kemudian tampil bersama pasukan elitenya, disusul Carnival Ratu Tribhuwana Tunggadewi beserta para dayang.

Memasuki defile berikutnya, siswa SMPN 1 Lamongan menampilkan becak hias bertema “Lamongan Megilan”.

Penampilan tersebut dilanjutkan dengan 10 sepeda hias yang merepresentasikan 10 prioritas gemilang Kabupaten Lamongan 2026, mulai Lumbung Pangan, Lamongan Menyala, YES, Perintis, UMKM Naik Kelas, Rama Sinta, Lamongan Sehat, Lamongan Nyantri, Desa Pintar, hingga Transformasi Digitalisasi Layanan Publik.

Tak berhenti di situ. SMPN 1 Lamongan juga mengangkat kekayaan budaya pesisir melalui becak hias Petik Laut Lamongan.

Replika perahu Ijon-ijon menjadi bagian utama, dilengkapi ornamen laut yang menggambarkan rasa syukur, ketangguhan nelayan, serta kekayaan bahari Lamongan. Penampilan itu diperkuat dengan 10 sepeda yang dihias menyerupai perahu tradisional khas Paciran.

Kekayaan kuliner dan tradisi lokal juga mendapat ruang. Becak hias berbentuk tumpeng menjadi simbol rasa syukur atas keberkahan dan kemakmuran.

Siswa SMPN 1 Lamongan mengenakan kostum karnival dalam kegiatan Karnaval Kemerdekaan 2026. (AHMAD ASIP/RADAR LAMONGAN)
Siswa SMPN 1 Lamongan mengenakan kostum karnival dalam kegiatan Karnaval Kemerdekaan 2026. (AHMAD ASIP/RADAR LAMONGAN)

Di belakangnya, 10 siswa membawa wajan besar untuk memperagakan tradisi Nyanggring dari Desa Tlanak, Lamongan. Tradisi tersebut menggambarkan semangat gotong-royong dan kebersamaan dalam menjaga warisan budaya.

Baca Juga: Sebanyak 15 Ribu Lebih Mustahik  Telah Menerima Manfaat Dana ZIS yang Disalurkan BAZNAS Lamongan

Sementara itu, penampilan ditutup dengan 10 penari Kupat Lamongan. Para siswi tersebut membawakan tari dengan membawa miniatur kupat, sekaligus menampilkan prestasi karena merupakan juara 1 FLS3N 2026.

Filosofi kupat yang bermakna ngaku lepat atau mengakui kesalahan menjadi pesan tentang kesucian hati dan keharmonisan.

Kemeriahan semakin lengkap pada defile terakhir dengan sajian musik tonglek khas Lamongan.

Irama musik yang riang mengantarkan rangkaian karnaval sekaligus menjadi gambaran semangat generasi muda dalam menjaga dan mengembangkan budaya daerah.

Kepala SMPN 1 Lamongan Safiudin, S.Pd., M.Pd., mengatakan, keikutsertaan sekolah dalam karnaval bukan sekadar menghadirkan tontonan yang menarik.

Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi media bagi siswa untuk mengenal sejarah, mencintai budaya daerah, sekaligus menumbuhkan rasa bangga sebagai generasi penerus Lamongan.

Menurut dia, berbagai unsur yang ditampilkan sengaja menggabungkan sejarah, budaya, potensi daerah, dan prestasi siswa.

Harapannya, siswa tidak hanya mampu tampil kreatif, tetapi juga memahami nilai yang terkandung di balik setiap penampilan.

‘’Melalui karnaval ini, kami ingin anak-anak mengenal dan mencintai sejarah serta budaya Lamongan. Mereka juga belajar bahwa menjaga dan melestarikan budaya merupakan bagian dari tanggung jawab generasi muda,” ujarnya.

Gerak lincah siswi SMPN 1 Lamongan menari sepanjang perjalanan Karnaval Kemerdekaan 2026. (AHMAD ASIP/RADAR LAMONGAN)
Gerak lincah siswi SMPN 1 Lamongan menari sepanjang perjalanan Karnaval Kemerdekaan 2026. (AHMAD ASIP/RADAR LAMONGAN)

Safiudin menambahkan, semangat tersebut sejalan dengan tema yang diusung SMPN 1 Lamongan.

Dari sosok Gajah Mada sebagai simbol persatuan hingga beragam tradisi lokal, seluruh rangkaian penampilan menjadi pesan bahwa generasi muda harus mampu menjaga warisan budaya sekaligus terus berprestasi. (lam/ind)

Editor : Indra Gunawan
smpn 1 lamongan