radarlamongan.co – jawaposradarlamongan - Hartutik, S.Pd.I, S.Pd memadukan permaianan tradisional seperti ular tangga, gobak sodor, dakon hingga wayang dengan sentuhan IT dalam pembelajaran kepada anak didik.
‘’Sehingga anak masih mencintai permainan budaya tradisional dan tetap melek IT dan permainan tersebut bisa menarik perhatian anak-anak,’’ kata wakil ketua IGTKI Kecamatan Maduran tersebut. Baca Juga: Sukses Gelar Gebyar PAUD Lamongan 2026, Pemkab Lamongan Wujudkan Lingkungan Pendidikan yang Menyenangkan
Dia berpesan kepada para guru agar tidak ragu mencoba hal - hal baru. Menurut dia, proses berkarya harus dijalani dengan hati yang senang, sehingga mampu memberikan dampak positif bagi peserta didik. ‘’Guru hebat bukan yang paling banyak piala, tetapi yang paling berdampak bagi anak-anaknya,’’ ujar peraih juara 1 talented teacher yang digelar Dinas Pendidikan kabupaten Lamongan 2026 ini.
Menurut Hartutik, aktif mengikuti lomba dapat menjadi sarana mengukur kualitas inovasi yang telah dibuat. ‘’ Lomba itu sangat menyenangkan karena kita bisa berbagi dan bisa meniru apa yang disajikan peserta lain, yang mungkin tidak kami miliki. Saya sering memperhatikan lebih detail apa rahasia sang juara,’’ imbuh peraih juara Harapan 1 Pentas Pelangi, karya inovasi terbaik Dinas Pendidikan Kabupaten Lamongan 2025 tersebut. Baca Juga: Sekretaris Ditjen Pendidikan Islam Kemenag RI Optimis Institut Sabilillah (INSA) Lamongan Mampu Berkembang Pesat
Bagi Hartutik, menjadi guru TK merupakan profesi yang sangat menyenangkan. Setiap hari dia mendapatkan ruang untuk terus berkreasi dan berinovasi mengikuti perkembangan generasi peserta didik. ‘’Ini yang terpenting bagi saya, ikut mensukseskan program - program yang dibuat Dinas Pendidikan,’’ tutur guru TK 'Aisyiyah Bustanul Athfal Klagensrampat, Kecamatan Maduran itu. (sip/yan)
Editor : Arya Nata Kesuma