GRESIK, RADARLAMONGAN.CO - Komitmen dalam meningkatkan mutu pendidikan, Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik berhasil meraih penghargaan dari Kementrian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia (Kemendikdasmen RI)
Keberhasilan Gresik menyabet terbaik 3 tingkat nasional ini sebagai bukti capaian Standar Pelayanan Minimal (SPM) Bidang Pendidikan kategori unggul.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik, Dr. S. Hariyanto, menyampaikan rasa syukur dan bangganya usai menerima langsung penghargaan tersebut.
Apresiasi bergengsi ini diserahkan langsung oleh Mendikdasmen RI Abdul Mu’ti dalam momen Hari Pendidikan Nasional di Plaza Insan Berprestasi Kantor Kemendikdasmen Jakarta beberapa waktu yang lalu.
“Alhamdulillah, penghargaan ini adalah buah dari kerja keras kita bersama. Terima kasih atas dedikasi, kerja keras, dan komitmen seluruh jajaran dalam menghadirkan layanan pendidikan yang berkualitas bagi seluruh peserta didik di Gresik,” katanya, Rabu (10/6/2026).
Atas capaian ini, Hariyanto mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus bersinergi. Ia berharap capaian ini menjadi pemantik semangat untuk membawa dunia pendidikan di Gresik ke level yang lebih tinggi.
“Mari bersama-sama kita wujudkan generasi Gresik yang cerdas, berkarakter, dan berdaya saing global. Gresik Maju, Pendidikan Bermutu,” ujarnya.
Dalam malam tasyakuran Hardiknas 2026 tahun ini mengusung tema yang sarat akan semangat gotong royong. Dengan meningkatkan partisipasi semesta mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua.
Acara ini dirancang khusus sebagai panggung apresiasi tertinggi bagi para pejuang kemajuan pendidikan di tanah air, termasuk pemerintah daerah yang dinilai memberikan dampak nyata.
“Penghargaan yang diterima oleh Dispendik Gresik ini menjadi bukti nyata bahwa Pemerintah di Gresik sukses menerjemahkan komitmen kolaborasi tersebut menjadi aksi nyata, sekaligus menempatkan diri sebagai salah satu daerah dengan tata kelola pelayanan pendidikan terbaik,” terangnya.
Sementara itu, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Prof. Dr. Abdul Mu’ti, menegaskan bahwa masa depan pendidikan Indonesia merupakan tanggung jawab kolektif.
Untuk itu, Sekretaris PP Muhammadiyah ini mengungkap bahwa kemajuan pendidikan tidak bisa dibebankan pada satu instansi saja, namun seluruh pihak harus bergandengan tangan.
“Tema tahun ini menekankan pentingnya kolaborasi seluruh pihak mulai dari pendidik, masyarakat, swasta, hingga pemerintah daerah. Kita harus bersama-sama memastikan setiap anak bangsa mendapatkan akses pendidikan yang berkualitas,” tutupnya. (son)
Komitmen Penuhi SPM, Pendidikan Kabupaten Gresik Berhasil Raih Status ‘Tuntas Madya’
Pemerintah Kabupaten Gresik melalui Dinas Pendidikan terus menunjukkan komitmen nyata dalam mendongkrak mutu dan layanan pendidikan dasar. Berdasarkan Laporan Kinerja Pendidikan Tahun 2026, Kabupaten Gresik sukses mencatatkan capaian solid dalam pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM) Pendidikan dengan Skor Keseluruhan 88,53, yang menempatkannya pada status TUNTAS MADYA.
Capaian impresif ini menjadi bukti keseriusan pemerintah daerah dalam menghadirkan akses pendidikan yang merata, bermutu, dan responsif terhadap perkembangan zaman. Guna mempertahankan dan meningkatkan performa tersebut, Dispendik memfokuskan programnya pada 4 Pilar Fokus pembenahan.
Pilar itu meliputi, Akselerasi Kemampuan Literasi, Gresik berhasil menembus angka capaian 82,73 pada tahun 2025. Fokus utama pilar ini adalah memastikan anak-anak di Kota Pudak tidak sekadar mampu membaca, melainkan memiliki kemampuan memahami dan menganalisis bacaan secara kritis sebagai fondasi kecakapan analitis di masa depan.
Hal ini ditopang dengan keberhasilan di Pilar 2 (Angka Partisipasi Sekolah/APS) yang nyaris sempurna menuju akses pendidikan dasar tanpa terkecuali. APS usia 5-6 tahun telah mencapai 100 persen. Kemudian APS usia 7-15 tahun mencapai angka 99,22 persen. "Angka ini artinya semakin sedikit anak putus sekolah di Kabupaten Gresik," ucap Kepala Dispendik Gresik S Hariyanto.
Kemudian di pilar ketiga, Dispendik menerapkan investasi golden age. Di mana seluruh guru PAUD ditargetkan sarjana. "Ini akan meningkatkan kualitas layanan PAUD," imbuhnya.
Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik melakukan investasi besar pada fase Golden Age anak. Langkah konkret dilakukan melalui perbaikan tata kelola institusi dan peningkatan mutu pendidik.
Hingga tahun 2025, sebanyak 88,71% satuan pendidikan PAUD di Gresik secara aktif didampingi hingga berhasil meraih Akreditasi Minimal B. Lebih ambisius lagi, di tahun 2026 ini, Gresik memasang target 100% Kualifikasi Guru S1/D4 untuk seluruh tenaga pendidik PAUD di Kabupaten Gresik.
Selain fokus pada aspek akademik, Pilar 4 (Iklim Lingkungan Sekolah) juga menjadi perhatian serius demi menciptakan ruang belajar yang ramah anak, bebas perundungan, serta inklusif di jenjang SD dan SMP.
Hariyanto mengatakan bahwa ke depan pihaknya juga menyusun strategi untuk pencapaian lanjutan. Meliputi masif memberikan pemahaman mengenai konsep perundungan, kekerasan seksual, hukuman fisik serta metode pencegahannya. Kemudian karakter siswa diperkuat hingga memberikan edukasi mendalam terkait inklusivitas dan kebinekaan.
"Dengan sinergi antara perintah, tenaga pendidik, dan masyarakat, Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik optimistis mutu pendidikan di Kota Pudak akan terus bergerak maju, mencetak generasi emas yang cerdas secara intelektual dan berkarakter kuat," pungkasnya. (son)
Tujuh Terbaik Nasional Penilaian Ombudsman RI
Dinas Pendidikan Gresik juga turut berpartisipasi mewakili Kabupaten Gresik dalam penilaian ombudman. Di mana meraih tujuh terbaik penilaian kualitas tertinggi penilaian maladministrasi pelayanan publik tahun 2025.
Kepala Dispendik Gresik S Hariyanto mengatakan bahwa capaian itu membuktikan bahwa pelayanan publik di Pemkab Gresik telah sesuai dengan Undang-undang nomor 25 tahun 2009.
Menurutnya, Dispendik sebagai dinas yang mengampu sekolah-sekolah di Kota Pudak harus memiliki standar pelayanan publik yang memadai. Hal itu untuk memfasilitasi apa yang dibutuhkan masyarakat, guru hingga sekolah.
“Ada standar operasionalanya untuk bebas dari maladministrasi. Lalu kesiapan sarana prasarana. Hingga bagaimana kanal yang dimiliki dinas terbuka untuk beragam pengaduan masyarakat,” jelasnya.
Apalagi saat ini, di loby Dispendik telah dibuka beberapa bilik untuk pelayanan masyarakat. (son)
Editor : Arya Nata Kesuma