radarlamongan.co - jawaposradarlamongan - Petikan dawai gitar dan lentik jemari di atas tuts keyboard menjadi saksi tumbuh kembangnya Airena Yocellyn Haniva. Lewat kecerdasan dan darah seni yang mengalir deras, membuatnya meraih sejumlah prestasi.
RIKA RATMAWATI, Lamongan
Di sudut ruang, sebuah gitar dan keyboard tak pernah dibiarkan berdebu. Bagi Airena Yocellyn Haniva, siswi kelas VII SMP Negeri 2 Lamongan ini, instrumen musik bukan sekadar benda mati. Alat musik itu sahabat karib yang menemani hari-harinya memintal mimpi.
Bakat seni yang melekat pada diri pelajar bertinggi badan 155 sentimeter (cm) ini tidak tumbuh dari ruang hampa. Ada pepatah mengatakan, buah jatuh tak jauh dari pohonnya.
Baca Juga: Tim Jaka Tingkir Polres Lamongan Bekuk Komplotan Pembobol ATM di Halaman Dinas Pendidikan Lamongan
Darah seni itu mengalir murni dari kedua orang tuanya, yang pada masanya dulu merupakan penggawa anak band. Dari ruang keluarga itulah, Cellyn—sapaan akrabnya—mulai mengenal nada, merasakan ritme, dan merawat mental panggung sejak dini.
Setiap harinya, selain aktif di sekolah, dia juga mengikuti berbagai les seperti menyanyi, bermusik, dan mata pelajaran. Ketekunan akhirnya mengantarkan Cellyn merengkuh gelar Puteri Intelegensia dalam ajang pemilihan Putera Puteri Pelajar Indonesia Jawa Timur (PPIJT), Januari lalu.
Proses panjang di ajang itu bermula sejak November tahun lalu, melalui seleksi online. Di balik layar gawai, Cellyn harus menjawab rentetan soal rumit tentang wawasan seputar Jawa Timur. Setelah lolos, dia menjalani seleksi tatap muka di Malang. Cellyn harus menunjukkan bakat dan cara pandangnya terhadap problem generasi muda. Kemampuan public speaking dan kekuatan mental juga diuji di atas panggung karantina.
Baca Juga: Empat Shelter Baru Trans Jatim Koridor VII Lamongan - Paciran Diaktifkan
Sebelum mengikuti perlombaan tersebut, setiap hari Cellyn menjadwalkan serangkain kegiatan. Mulai les privat, mengasah vokal, bermusik, hingga memperdalam pelajaran akademik dan wawasan tentang Jawa Timur. Lelah sering menyapa, namun impian untuk menjadi sosok yang menginspirasi generasi muda selalu menjadi bahan bakar yang membakar semangatnya. Cellyn bersyukur orang tua, guru, teman, serta sekolah, mensupport dan memberikan motivasi secara langsung.
Panggung pageant bukanlah satu-satunya medan pembuktian bagi Cellyn. Jauh sebelum memakai selempang penghargaan, dia sudah kenyang mencicipi asam garam kompetisi. Cellyn tercatat beberapa kali mengikuti lomba sains dan matematika, serta bidang bahasa Inggris. Dia pernah menyabet juara Creative Voice Award Story Telling tingkat Jawa Timur, serta rentetan trofi dari berbagai lomba menyanyi.
Meski dalam ajang Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS3N) terakhir langkahnya harus terhenti di tingkat provinsi, tak ada raut sesal di wajahnya. Bagi Cellyn, kekalahan hanyalah jeda untuk bersiap melompat lebih tinggi. “Saya senang mengikuti banyak lomba meski tidak semuanya mendapatkan juara,” terang pelajar yang aktif sebagai pengurus OSIS itu. (*/yan)
Editor : Arya Nata Kesuma