radarlamongan.co - jawaposradarlamongan - Hidup bukan sekadar duduk manis menghafal isi buku di kelas. Kyneta mencoba merajut mimpi di antara baris-berbaris dan diksi bahasa Inggris.
RIKA RATMAWATI, Lamongan
Kyneta Queen Setia Pratistiono tidak sekadar berjalan; dia ingin melangkah dengan ritme yang pasti. Siswi SMPN 2 Ngimbang ini, sudah berhasil mengukir prestasi di tingkat nasional.
Selain itu, di lembaga yang dipimpin Hendri Hidayat itu, Kyneta bisa meningkatkan kemampuannya di dunia paskibaraka.
Kyneta merasa beruntung sekolahnya memberikan bimbingan khusus. Bahkan, pendamping profesional untuk mengembangkan potensi anak didik. Medali perak LSO Bahasa Inggris tingkat nasional, Februari lalu, adalah bukti nyata prestasinya.
Penghargaan ini berhasil diperoleh dari kerja keras dan bimbingan yang terus diikutinya. Selain aktif di kelas, Kyneta juga dikenal sebagai siswi yang aktif di berbagai ekstrakulikuler.
Di luar jam sekolah, langkahnya bahkan menjangkau jauh ke Surabaya, tepatnya di Merry Riana Learning Centre. Di sana, dia ditempa untuk menaklukkan rasa takut, melatih lidah agar fasih dalam public speaking, dan belajar bagaimana menjadi pemimpin yang tidak hanya didengar suaranya, tapi juga diperhatikan gagasannya.
“Saya terus tertantang untuk mempelajari hal baru, termasuk meningkatkan kemampuan untuk berbicara yang baik dan cerdas,” tutur sulung dua bersaudara itu.
Ada sosok yang selalu menjadi kompas di setiap langkahnya: sang mama. Kyneta menatap mamanya bukan hanya sebagai ibu, melainkan sebagai nakhoda bisnis yang ulung. Dia menyerap setiap strategi, cara bersikap, dan kebijaksanaan sang mama dalam memimpin usaha. Kyneta bercita-cita suatu saat nanti, namanya akan melampaui jejak keberhasilan perempuan yang paling dicintai dan menjadi inspirasinya itu.
Selain aktif olimpiade, Kyneta beberapa kali mengikuti lomba story telling dan paskibraka. Deretan prestasi seperti juara 3 Mula di LKBB Garuda Muda hingga juara 1 Mula di LKBB Senopati menjadi saksi bisu betapa dia juga mencintai disiplin.
Bagi Kyneta, tidak ada kata minder sebelum bertanding. Persiapan fisik adalah harga mati. Setiap minggu, dia selalu menyempatkan diri untuk berlari. Jadwal renang disusun teratur. Dari paskibraka, Kyneta banyak berlatih menurunkan ego dan menyusun strategi. Dia ingin suatu hari berkesempatan bisa mewakili paskibrakan kecamatan maupun kabupaten.
Kyneta berharap prestasi yang diraihnya bisa menjadi inspirasi teman-temannya. Namun, dia juga masih memiliki banyak keinginan yang ingin dicapai. “Masih ingin mengikuti olimpiade lagi,” terang pelajar asal Dusun Ketapas, Desa Sendangrejo, Kecamatan Ngimbang ini. (*/yan)
Editor : Arya Nata Kesuma