GRESIK, RADARLAMONGAN.CO - Sederet kegiatan memeriahkan rangkaian peringatan HUT ke-52 Pemkab Gresik dan Hari Jadi ke-539 Gresik masih berlangsung.
Salah satunya Gress of Champion (GOC). Lewat ajang ini, Bupati Fandi Akhmad Yani dan Dinas Pendidikan (Dispendik) ingin membiasakan siswa untuk berkompetisi dalam kegiatan-kegiatan positif.
Bupati Fandi Akhmad Yani begitu terkesan dengan semangat para peserta GOC yang berlangsung pada 9-10 April lalu.
Mereka berusaha menampilkan kemampuan terbaik mereka pada dua ajang yang dilombakan, yakni tahfid dan cerdas cermat.
Terdapat 228 peserta tahfidz dan 139 tim cerdas cermat yang merupakan siswa SD dan SMP.
Para peserta datang tidak hanya dari Gresik, tapi juga daerah tetangga meliputi Lamongan, Sidoarjo, Mojokerto dan Kota Surabaya. Ajang ini merupakan yang kali kedua digelar Pemkab melalui Dispendik Gresik.
”Ajang ini merupakan yang kali kedua digelar Pemkab melalui Dispendik Gresik. ”Kami ingin ajang ini bisa konsisten digelar setiap tahunnya,” kata Gus Yani, sapaan akrab bupati, saat membuka ajang yang digelar di Gress Mall pada Kamis (9/4) itu.
Ada alasan kuat yang mendasari bupati agar GOC jadi event tahunan. Lewat ajang ini, Pemkab ingin menghidupkan kembali semangat kompetisi para siswa dalam kegiatan-kegiatan positif. Mengingat, suasana seperti ini sudah lama tiada.
Menurut Gus Yani, kompetisi intelektual sangat penting di tengah gampuran digitalisasi.
Semakin sering siswa berkompetisi maka akan meningkatkan kemampuan masing-masing. Baik secara akademik maupun mental.
”Kita rindu momentum seperti ini. Anak-anakku sekalian, terus lah belajar. Jangan takut mencoba. Kalian adalah calon pemimpin masa depan yang harus memiliki mental kuat dan semangat untuk terus berkembang,” ujarnya.
Mantan Ketua DPRD Gresik itu menyinggung tantangan yang dihadapi pelajar saat ini, terutama di era digital.
Menurutnya, penggunaan game online dan media sosial perlu mendapat perhatian agar tidak mengganggu proses belajar.
”Kami sebagai orang tua tentu punya kekhawatiran. Saat ini juga sedang dibahas aturan terkait pembatasan game online dan media sosial. Harapannya, ini bisa membantu anak-anak tetap fokus belajar,” tambahnya.
Bupati Yani mengapresiasi perhelatan ajang GOC kali ini. Sebab, pelaksanaannya terasa makin meriah. Apalagi, peserta tidak hanya berasal dari Gresik, tetapi juga dari berbagai daerah di Jawa Timur.
Ia juga memastikan, Pemkab akan terus mendampingi para peserta yang berprestasi agar bisa melangkah ke ajang yang lebih tinggi.
”Anak-anak yang juara nanti akan kita dampingi untuk ikut kompetisi lain. Ini bagian dari proses mereka untuk berkembang,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik S. Hariyanto, menjelaskan bahwa kegiatan ini memang dirancang untuk mendorong semangat belajar sekaligus membentuk karakter siswa.
”Kami ingin kegiatan ini bisa memotivasi anak-anak untuk lebih semangat belajar, berpikir kritis, dan juga membangun karakter yang baik,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa kompetisi ini tidak hanya soal menang atau kalah, tetapi juga melatih kepercayaan diri, kerja sama tim, serta kemampuan berpikir cepat dan tepat.
”Pesertanya sangat banyak, bahkan pendaftaran harus kami tutup lebih awal karena terus bertambah,” pungkasnya. (son)
- Keseriusan Dispendik Cetak Generasi Hafalan Alquran
TIDAK hanya cerdas cermat akademik, GOC juga membuka kompetisi hafalan Al Quran atau tahfidz. Lewat ajang ini, Pemkab ingin mencetak generasi penghafal kitab suci lebih banyak.
Selama beberapa tahun terakhir, Dinas Pendidikan (Dispendik) memang memberikan perhatian khusus terhadap para siswa penghafal kitab suci.
Salah satunya adalah memberikan jalur khusus bagi mereka saat pendaftaran sistem penerimaan murid baru (SPMB).
Baca Juga: Mega Hannabell E Penyuka Pop, Namun Keluarga Dangdut
Jika lolos lewat jalur itu, mereka tak perlu lagi ikut seleksi untuk bisa masuk ke sekolah pilihan.
Tahun lalu misalnya, ada 93 siswa mendaftar jalur hafalan Al Quran ini. Saat ini, satu sekolah memiliki kelas khusus tahfidz, yakni SMPN 1 Gresik. Para pesertanya berasal dari sejumlah kecamatan di Kota Pudak.
“Jalur ini tidak hanya untuk di SMPN 1 Gresik yang memang memiliki kelas tahfidz, tapi bisa digunakan di semua SMP,” ucap Kepala Dinas Pendidikan Gresik S Hariyanto.
Karena itu, lewat ajang Gebyar Tahfidz Quran yang diikuti 228 siswa itu, Dispendik ingin memberikan wadah bagi anak mengembangkan kemampuan dalam menghafal Al Quran, termasuk mengasah mental.
Baca Juga: Ketua IGTKI Ngimbang yang Suka Membaca, 20 Tahun Lebih Mengabdi Sebagai Guru TK
Dalam kompetisi itu, para peserta diuji di atas panggung oleh enam dewan juri. Sesi itu disaksikan seluruh yang hadir dalam ajang itu. Baik peserta lain, orang tua, hingga penonton yang menyaksikan ajang itu.
”Jadi memang juga untuk melatih mental mereka. Jika tidak siap, peserta bisa saja lupa hafalan saat di hadapan orang banyak,” ujarnya.
Keseriusan Pemkab untuk memberikan perhatian khusus kepada para siswa penghafal Al Quran kini mulai berbuah positif.
Salah satunya lewat kelas khusus tahfidz di SMPN 1 Gresik. Para siswa makin banyak yang berusaha menuntaskan hafalan. Jika dirata-rata, saat lulus SMP, mereka bisa menyelesaikan hingga 5 juz.
”Setiap semester ada ujiannya, anak melaporkan hafalannya, orang tua yang menyimak. Ini sekaligus melaporkan kepada orang tua bahwa hafalan anaknya dijaga dan bertambah,” pungkasnya. (son)
- Terkesan Semangat Peserta, Bupati Beri Tambahan Hadiah Umrah dan Tablet
PARA juara cerdas cermat maupun tahfiz tidak hanya mendapatkan hadiah resmi dari Dinas Pendidikan (Dispendik) Gresik.
Mereka juga mendapat kejutan dari Bupati Fandi Akhmad Yani yang begitu terkesan pada semangat anak-anak dalam berkompetisi.
Orang nomor satu di Gresik itu memberikan hadiah spesial. yakni berangkat umrah bagi pemenang lomba tahfidz di masing-masing kategori, serta enam buah tablet untuk pemenang cerdas cermat.
Perjuangan para peserta untuk bisa menjadi yang terbaik memang tak mudah. Sebab antar peserta sama-sama fasih melantunkan ayat-ayat Al Quran.
Baca Juga: Jembatan Kesambi Segera Dibongkar, Awas Kendaraan Padat Merayap di Pucuk
Mereka pun mendapatkan tiga ujian, yakni melanjutkan ayat yang dibaca juri dua kali, serta menebak potongan ayat.
Pemenang lomba tahfidz jenjang TK, SD dan SMP itu meliputi Fathir Zulfiyan Alfi (kategori SD putra), Febri Deflia Vinnuri (kategori SD putri), Aruna Zia Miqaila (kategori TK), Muhammad Akmaluddin Al Fairuz Zabadi (kategori SMP putra), Siti Firda Amanatun Nafisah (kategori SMP putri).
Kepala Dinas Pendidikan Gresik S Hariyanto mengatakan bahwa lomba tahfidz dinilai oleh enam dewan juri. Tiga perempuan dan tiga laki-laki.
”Sehingga nilai yang didapatkan peserta lebih adil,” katanya.
Sementara itu, ajang lomba cerdas cermat juga berlangsung sengit. Para peserta yang menjawab paling cepat dan benar akan mendapatkan nilai lebih tinggi.
”Satu tim berisi tiga siswa. Begitu soal dibacakan atau melihat di layar, siswa cepet-cepetan menjawab,” ucapnya.
Baca Juga: Pengedar Sabu Sistem Ranjau, Dituntut Tujuh Tahun Penjara
Pemenang cerdas cermat itu meliputi tim SD Irada dan SMPN 1 Gresik. Kategori ini mendapat tambahan hadiah dari Bupati Fandi Akhmad Yani berupa tablet.
”Ada enam buah karena satu tim ada tiga anak,” imbuhnya.
Hariyanto menyebut bahwa tambahan hadiah ditujukan agar siswa lebih semangat ke depannya untuk berkompetisi. Apalagi tambahan hadiah itu diumumkan sebelum perlombaan dimulai.
”Yang pasti kompetisi yang sudah berlangsung dua tahun ini untuk membentuk karakter siswa. Agar memiliki mental yang kuat,” pungkasnya. (son)
Para Pemenang Gress of Champion:
- Cerdas Cermat SD:
Juara 1: SD Irada Gresik
Juara 2: SDN 304 Gresik
Juara 3: SD NU Trate
- Cerdas Cermat SMP:
Juara 1: SMPN 1 Gresik
Juara 2: SMP Muhammadiyah 12
Juara 3: MTs Ma’arif NU Sidomukti
- Tahfidz
1. TK:
Juara 1: Aruna Zia Miqaila
Juara 2: Alvaro Alvarisi Putra Ridwan
Juara 3: Alifia Qiandra Almahyra
2. SD Putra:
Juara 1: Fathir Zulfian Alfi
Juara 2: King Syarfan Al Haajid
Juara 3: M Noordin Arya Pratama
3. SD Putri
Juara 1: Febri Deflia Vinnuri
Juara 2: Alya Zahira Az Zuhrih
Juara 3: Khadijah Silmi Kaffah Efendi
4. SMP Putra
Juara 1: M Akmaluddin Al Fairuz Zabadi
Juara 2: M Azam Ziyad Putra
Juara 3: M Faqih Zain Al Iroqy
5. SMP Putri
Juara 1: Siti Firda Amanatun Nafisah
Juara 2: Janitra Cetta Nareswari
Juara 3: Nurida Atiqah Sasmitha Putri
Editor : Indra Gunawan