LAMONGAN, RADARLAMONGAN.CO – Rencana operasional bus sekolah gratis di Kabupaten Lamongan hingga kini belum terealisasi.
Dinas Perhubungan (Dishub) Lamongan masih menunggu kelengkapan administrasi kendaraan, sebelum armada tersebut resmi mengaspal.
Kabid Transportasi Dishub Lamongan Tony Arianto menjelaskan, dokumen kendaraan tersebut saat ini masih dalam proses pengurusan di tingkat provinsi.
‘’Untuk bus tersebut, tentunya kini masih menunggu adanya surat-surat terlebih dahulu dari provinsi pastinya,’’ terang Tony.
Baca Juga: Pajak Galian C Baru Terealisasi 7,6 Persen, DPRD Lamongan Minta Ada Evaluasi
Pihaknya telah mengajukan pengurusan dokumen, seperti uji kir, surat tanda nomor kendaraan (STNK), serta kelengkapan administrasi lainnya.
Namun, hingga kini fisik dokumen tersebut belum diterima oleh Dishub Lamongan.
Sehingga, Tony belum bisa memastikan kapan seluruh surat tersebut rampung. Namun, ia menjamin operasional akan segera dilakukan setelah administrasi beres.
Baca Juga: Persela Lamongan Bertekad Sapu Bersih Sisa Empat Laga Liga Championship
Terkait teknis jalur, Tony mengaku telah mengusulkan skema rute kepada pimpinan.
Namun, keputusan final mengenai rute mana yang akan diprioritaskan, masih menunggu arahan lebih lanjut.
‘’Sudah memberikan tiga rute untuk pilihan kepada pimpinan,’’ sambungnya.
Bus dengan kapasitas sekitar 22 penumpang tersebut saat ini juga tengah menjalani uji kelayakan jalan.
Hal ini dilakukan guna memastikan aspek keamanan dan kenyamanan bagi para siswa saat digunakan nantinya.
Sesuai rencana awal, bus ini akan melayani antar-jemput pada jam berangkat dan pulang sekolah secara gratis.
Layanan ini diharapkan mampu menekan angka penggunaan kendaraan pribadi oleh pelajar yang rentan mengalami kecelakaan lalu lintas.
Baca Juga: Harga Plastik Dikabarkan Merangkak Naik, Simak Lima Tips Menyiasatinya
Ada beberapa opsi rute krusial yang tengah dikaji. Pertama, rute Kecamatan Kedungpring – Sugio – Lamongan yang memiliki jarak tempuh terjauh menuju area kota. Kedua, rute Kecamatan Kalitengah – Karanggeneng karena minimnya layanan angkutan umum di wilayah tersebut.
Ketiga, rute Kecamatan Mantup – Tikung – Lamongan yang juga memiliki kendala serupa terkait ketersediaan angkutan publik.
Selain itu, terdapat opsi rute tambahan untuk wilayah Kecamatan Glagah – Deket – Lamongan. (mal/ind)
Editor : Indra Gunawan