radarlamongan.co - jawaposradarlamongan – Data SMP negeri di Lamongan yang mengajukan usulkan perpanjangan sistem penerimaan murid baru (SPMB) cukup banyak.
Dinas Pendidikan (Disdik) Lamongan mendata, dari 48 SMPN di Kota Soto ini, sekitar 40 persen di antaranya, yakni 20 lembaga, mengajukan usulan perpanjangan SPMB.
Kursi siswa yang masih kosong beragam, 10 hingga 32 kursi.
Kabid SMP Disdik Lamongan, Nunggal Isbandi, mengatakan, dinas memberikan keleluasaan bagi lembaga yang ingin mengajukan perpanjangan.
Tidak ada batasan minimal kekurangan pagu.
“Selama lembaga mereka masih kekurangan pagu, kita perlakukan sama. Bisa mengajukan perpanjangan,” ujarnya.
Menurut dia, tujuan perpanjangan untuk menampung calon pendaftar yang saat SPMB lalu berhalangan daftar.
Atau, peserta didik tidak diterima di dua lembaga pilihan.
Apalagi, tidak sedikit dari pendaftar yang tergeser karena kesalahan ketika mendaftar.
Rencananya perpanjangan dilakukan minggu depan untuk memastikan tidak ada lembaga yang mengajukan lagi.
Saat ini, lembaga masih sibuk ulangan semester.
Nunggal menuturkan, perpanjangan SPMB nantinya dipetakan.
Disdik memertimbangkan bila masih ada lulusan belum mendaftar.
“Kalau waktunya kita minimalisasi. Intinya tetap memberikan ruang bagi yang kurang pagu,” terangnya. (rka/yan)
Editor : Arya Nata Kesuma